U chan Loves Pink. Of course!

Hari ini U chan sharing foto kamarnya di rumah orang tuanya di Chiba.

29 Juli 2014 (1)

Waktu liat fotonya, gyaa~ lovely! Tempat tidur, kelambu putih,dinding warna pink. Langsung otak mikir, ‘princess banget nih’ XD

U chan bilang, dia pengen ngatur ulang kamarnya dan mungkin menambahkan/mengatur beberapa bantal. Dia bilang, karena dia jarang banget bisa pulang ke Chiba (rumah orang tuanya), jadi kalau dia bisa membuat sebuah ruangan istimewa, maka moodnya pun jadi naik setiap kali pulang ^^

Dulu, dia juga sempet bilang suka banget sama warna pink setelah sebelumnya warna favoritnya adalah kuning. U chan juga hobi koleksi barang warna pink tapi semakin ke sini, dia bilang dia lebih suka warna hitam dan putih. (U chan bilang, mungkin karena seleranya jadi dewasa sekarang XD)

blog-photo-1217477839.21-0

blog-photo-1203597934.83-0

Nah sekarang, pertanyaannya adalah, kamar ibunya aja udah manis banget kayak gini. Apa kabar kamar royal baby nya Leader? hehe *semoga suatu saat nanti bisa dikasih liat ya*

blog-photo-1201527175.48-0

blog-photo-1179396937.64-0[1]

Yeah, U chan loves pink!

blog-photo-1178106147.54-0[1]

blog-photo-1148562695.91-0

blog-photo-1147869593.98-0

Cute~

Source : http://ameblo.jp/ayana-sakai/entry-11901613255.html#cbox
and AYANAVI

-elle-

Advertisements

Saturday Night Movie With Momma : Bang Haji LOL

So, malam ini sembari bulet-buletin adonan nastar dan saking udah eneg banget, nyokap mindah-mindahin channel TV.

Walhasil, engga ada yang seru dan berakhir dengan menatapi film lama bang haji Rhoma Irama di salah stasiun TV swasta XD

Filmnya berjudul ‘Pengabdian’ dan selalu kayaknya ya, di setiap film bang haji, dia tokoh utama, sentral cerita, si jagoan yang dikelilingi cewek cantik dan ga ketinggalan dong, Soneta Grup hehe

Yang bikin menarik adalah nyokap turut bercerita mengenai masa kejayaan bang haji XD *mamak mengalami masa-masa itu*

Gw : ‘Mah, di setiap filmnya,  Bang Oma ini selalu jadi tokoh paling yahud ya’

Mamak :” ya iya lah! Orang dia produksi sendiri filmnya, mana selalu laku lagi! Orang-orang banyak yang suka”

Gw rada kaget dengan fakta itu dan membatin, ‘oh iya juga ya, pantesan filmnya banyak juga. Kalo pada ga suka mah, ga bakalan terus produksi kali’.

Dan sambil terus bulet-buletin adonan nastar yang seolah ga abis-abis T^T *sumpah, udah eneg banget ini* nyokap cerita tentang serba-serbi bang Oma, mulai dari kerjaan sampe istrinya.

Kirain mamak ga perhatian sama Bang Oma XD tapi fakta paling mengejutkan adalah ketika di film itu muncul tokoh yang memerankan asisten rumah tangga bang Oma.

Nyokap dengan semangat tereak, ‘BI SUPI!!’

Gw : XDD ‘ya ampun, Mamah ampe tau juga gitu ke nama ibu2 itu’ *sembari nunjuk TV*

Nyokap : ‘Ya tau lah! Pan jaman itu Bi Supi sering ngambil peran kayak gitu. Macem siapa tuh yang suka meranin asisten rumah tangga di sinetron sekarang?, nah, semacem itu’

Nyokap : ‘tapi ya, beneran loh, jaman Bang Oma berjaya dulu, di hampir semua tempat, ada aja orang-orang yang nge fans fanatik sama dia. Nyanyiin lagu-lagu dia sampe ada juga yang jadi ga waras’

OMO!!! Itu berita baru lagi! ck..ck..

Obrolan berlanjut, bulet-buletin kue nastar juga berlanjut, tapi kita bahkan ga perhatian lagi sama filmnya. Entah film itu endingnya kayak gimana tapi malam ini, cukup asyik juga ngobrol sama mamak meskipun rada bete gegara nastar ga kelar-kelar plus beberapa omelan beliau.

PS. Akhirnya battle with nastar resmi berakhir! Tapi rupanya nyokap masih punya proyek bikin kue lain di kemudian hari *hela napas ala yoga*

Fighting!! Good night~

-elle-

Forgiven…but not forgotten

Forgiven but not forgotten.

Posting blog hari ini terinspirasi dari judul lagu The Corrs di atas ^^

Nyaris di penghujung Ramadhan, dan sebentar lagi tiba di hari kemenangan. Amin.

Hari kemenangan hanya berlaku untuk para pemenang.

Mengapa begitu?

Karena jujur, bagi saya, jika melihat balik ke tahun-tahun sebelumnya, rasa kemenangan itu belum pernah terasa. Kebanyakan, saya masih gagal dalam menghadapi ujian Tuhan.

Masih mengeluh, kadang lupa perintahNya, dan perbuatan kecil ini-itu yang sedikit demi sedikit ternyata menggerogoti ibadah shaum saya setiap tahun.

Saat hari kemenangan mendekat, biasanya ujian itu semakin terasa. Ujian kesabaran terutama. Disibukan dengan persiapan mudik ini-itu, perdebatan kecil dengan keluarga, dll.

Nilai saya dalam menghadapi hal itu? Mungkin hanya lima atau enam poin saja.

Kini, kadang Lebaran tidak hanya bermakna menyenangkan bagi saya, terutama sejak saya mampu melihat hal-hal lain di balik mudik, berkumpul dengan keluarga, ketupat,  kue namun malah kebalikannya dan mungkin ini salah satu hal yang membuat saya tidak merasa menjadi pemenang di hari besar itu.

Lalu ada pula pertanyaan lain yang muncul. Apakah Idul Fitri itu memang sejak jaman Rasullulah SAW merupakan hari bertema ‘maaf-memaafkan’? Atau sebenarnya bukan itu esensinya? Saya harus mencari tahu.

Saya tahu, memohon maaf tidak hanya dilakukan di hari Lebaran. Apalagi jika ternyata hanya sekedar ucapan maaf basa-basi dan sehari setelah Lebaran, kita bertengkar kembali, saling menjauh, atau menyakiti perasaan orang lain.

Belum lagi, kemampuan kita untuk memaafkan perbuatan orang lain yang pernah menyakiti hati. Saya cenderung seperti judul di atas.

Saya akan memaafkan namun tidak melupakan.

Bukan dendam melainkan pembelajaran dan kewaspadaan, bahwa terkadang ada orang-orang tertentu yang bisa dijadikan bahan renungan dan pengingat bahwa saya tidak sepatutnya juga melakukan hal yang menyakitkan kepada orang lain.

Untuk Ramadhan tahun ini, saya masih juga belum lulus ujian sepenuhnya namun merasa cukup bahagia karena ada sedikit peningkatan dari Ramadhan tahun lalu. Berdoa dan berusaha semoga setelah melewati hari kemenangan, saya akan mampu berjuang maksimal setiap hari dan keluar sebagai pemenang sejati.

Saya ingat kata-kata walikota Bandung, bapak Ridwan Kamil

Jangan minta diringankan bebanmu tapi dikuatkan punggungmu.

Apapun yang membentang di jalan saya nanti, semoga Allah akan selalu menguatkan dan tidak akan pernah meninggalkan saya. Amin.

Doa terpanjat untuk keluarga.

Teman.

Bangsa dan negara ini.

Saudara-saudara kita di Gaza yang begitu luar biasa. Semoga Allah akan selalu senantiasa melindungi dan menguatkan mereka, segera mencabut penderitaan dan kesedihan mereka, juga mengusir musuh-musuhNya dari Palestina.

Amin ya Allah, ya Rabbal Alamin.

PS. Pertarungan terakhir sebelum mudik : Nastar battle hehe *masih aja sibuk cetak-cetak kue bareng mamak* XD

Selamat hari Lebaran. Taqoballalahu Minna Waminkum. Syiamana Wasyiamakum.

Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. Amin.

-elle-

Saya, Aku, dan Gw…

Saya. Aku. Gw.

Itu tema hari ini.

Apa kesamaan dari ketiga kata itu? Yup! Semuanya merupakan kata tunjuk untuk diri sendiri. Perbedaannya hanyalah kapan ketiga kata itu dipakai dan saat berhadapan dengan siapa masing-masing kata tunjuk itu dipergunakan.

Saya sendiri terbiasa memakai ketiganya, tergantung siapa lawan bicara ketika itu. Saya tidak punya panggilan khusus untuk diri sendiri. Semuanya serba fleksibel.

Kadang, saya nyaman memakai kata ‘Saya’ saat percakapan formal berlangsung, saat berhadapan dengan kehidupan profesional, atau dulu ketika saya kuliah dan berhadapan dengan dosen, tapi kadang kata ‘Saya’ juga muncul di tengah percakapan biasa dengan teman-teman.

Kata ‘Saya’ membuat saya menjadi lebih kalem dan hati-hati.

Kadang, muncul juga ‘Aku’ nah, kata ini saya pakai ketika berhadapan dengan teman-teman sebaya atau lebih muda yang juga membahasakan diri mereka/memanggil diri mereka sendiri dengan kata ‘Aku’.

Kata ‘Aku’ membuat saya menjadi ekspresif, sedikit manja *ahem XD*

Ada juga ‘Gw’. Saya mulai memakai kata ‘gw’ sejak kuliah tahun pertama. Di mana saat itu, antar teman seangkatan maupun senior kata ‘gw’ ini sangat lazim digunakan.

Nah, kata ‘gw’ ini membantu saya menjadi super ekspresif, semua perasaan senang, sedih, sebel, dll tersampaikan dengan baik dan lebih bebas bahkan kadang mungkin terlalu lepas ^^;;

Sampai sekarang, mungkin saya lebih sering memakai ‘gw’ dibanding ‘aku’. Saya orang yang cenderung menyesuaikan dengan pembawaan lawan bicara.

Jika lawan bicara memakai kata ‘Saya’, maka saya juga memanggil diri saya dengan kata yang sama.

Jika lawan bicara memakai kata ‘aku’, maka saya juga memakai kata ‘aku’.

Jika lawan bicara memakai kata ‘gw’, saya juga memakai kata tersebut.

Intinya, ini masalah pilihan juga kenyamanan berekspresi dan saya merasa nyaman manakala saya menyesuaikan diri dengan lawan bicara. Rasanya lebih terhubung hehe dan serasa berimbang ^^

So, how about you?

Good day, all!

-elle-

Roller Coaster T^T

Roller coaster? Ada apa dengan roller coaster?

Itu analogi yang tepat untuk menggambarkan mood saya hari ini. LOL

karena baca ini nih, awalnya : http://ameblo.jp/ayana-sakai/entry-11899011081.html#main

Bagi yang belum tahu siapa itu Sakai Ayana, dia adalah designer gaun pengantin, model, dan juga aktris sekaligus istri basis leader L’Arc-en-Ciel.

collage8

Di blog itu, Ayana nulis dia mungkin akan berhenti membuat desain gaun pengantinnya karena cuti hamil. (setidaknya, itu yang saya dan Ayana friend lain tangkap ya dari blog itu) bahkan sebagian lagi menganggap bahwa Ayana akan berhenti selamanya dari pekerjaannya merancang gaun pengantin.

Reaksi saya selesai baca blog, adalah : TIDAKKKK!! T_T

Menulis komentar atau pesan buat Ayana itu menyenangkan, karena dia sering membalas pesan-pesan dari Ayanafurendo. Dari isi blog atau isi balasan yang ditulis Ayana buat Ayanafurendo, saya bisa menyimpulkan bahwa she’s nice, warm, and caring.

Cek blog Ayana setiap hari jadi hal yang selalu dilakukan kalau lagi online ^^

Untunglah, beberapa jam setelah blog terakhir diposting, Ayana langsung bikin postingan baru lagi :http://ameblo.jp/ayana-sakai/entry-11899133038.html

Ternyata oh ternyata!! Setelah saya diskusi sama sesama Ayanafurendo juga membaca postingan baru itu, Ayana ternyata hanya cuti sementara!! Dia juga minta maaf sama Ayanafurendo karena isi blog sebelumnya malah bikin panik hehe.

Ahh~~ setelah baca itu, rasanya legaaaaa banget! hehe. Paling tidak, meskipun Ayana memang mungkin akan cuti sementara tapi masih ada harapan bahwa dia tidak akan berhenti berkarya dan juga menulis blog ^^

Mood yang down langsung jadi UP begitu dapet berita itu hehe

Oh iya, brand wedding dress Ayana itu Ayanature/アヤナチュール.

Bisa cek di sini :http://www.ayanature.jp/index.html

Juga bisa di cek di web nya Bell classic (itu salah satu rental dress terkenal di Jepang dan Ayanature bernaung di bawah Bell classic sejak Ayana berhasil memenangkan award khusus tahun 2006 di mana dia keluar sebagai best young designer khusus untuk gaun pengantin)

http://www.bellclassic.co.jp/

AA~ capek juga kalo mood bak roller coaster setiap hari XD . Oyasuminasai.

-elle-

First Step

Hello There!

Oke, setelah menimbang-nimbang dalam waktu yang lumayan lama, akhirnya diputuskanlah membuat blog ini.

Prosesnya tidak mudah ya, ribet malah ^^;;; entah karena saya sudah terlalu gaptek atau sudah terlalu lama tidak bersentuhan dengan hal-hal semacam ini, butuh waktu lama untuk membuat akun baru di Worpress ^^::: *bahkan sampai sekarang pun, saya masih berusaha bebenah di sini ^^;;*

Fine! Urusan bebenah bisa dilakukan nanti saja.

Oke, alasan utama akhirnya saya bikin blog ini supaya saya bisa lebih leluasa rambling mengenai dunia fangirl yang saya geluti *jiahhh* karena selama ini, ga ada tempat yang bisa memuat uneg-uneg saya soal fangirling.

Socmed yang saya miliki selama ini, dirasa terlalu terbatas untuk mengeluarkan uneg-uneg itu. Jadilah saya membuat semacam jurnal harian di sini yang bisa menampung lebih banyak kata juga ekspresi.

Saya menganggap fangirling itu sesuatu yang menyenangkan, tempat lain di luar dunia nyata yang digeluti.

Tenang, saya bukan tipe fangirl yang suka ngotot membela bias kok. Kalo mau diskusi/ngobrol, monggo. Kita bikin segala sesuatunya santai dan menyenangkan.

Saya gak suka membela bias mati-matian. Saya lebih suka jujur mengatakan bahwa bias saya ya apa adanya mereka. Kalo performance, akting, atau tingkah laku mereka sehari-hari ada yang keliru atau tidak maksimal, atau bahkan salah ya akui saja. Toh mereka juga manusia biasa bukan sosok yang maha sempurna meskipun memang kehidupan profesional mereka menuntut kesempurnaan ^^

Oke! Sekian langkah pertama saya di sini.

Langkah pertama akan berlanjut ke langkah kedua, ketiga, keempat, dst. hehe

To be Con…

-elle-