Can’t Get You Out of My Head : Vampire!

Masih menyelesaikan membaca buku ini hingga tuntas :

Foto0485

Dan makin lama, makin mendekati halaman akhir, ending dari cerita, my mind’s getting heavier.

Lebih dari hanya sekedar mengikuti laju cerita, memuaskan rasa penasaran mengenai si ini-itu, tapi juga ada banyak hal yang dipikirkan.

Terbawa emosi karakter yang ada, setiap tokohnya.

Vampir yang mencari asal-usul penciptaan dirinya, seluk-beluk, karakter, kawanan, pemikiran, konsep cinta, kehidupan, kematian, keabadian.

Well, tentu saja tidak semua elemen dalam cerita ini bikin saya mengangguk-angguk, banyak juga yang bikin geleng-geleng atau harus dipikirkan lebih jauh.

Saya seneng akhirnya bisa baca salah satu cerita vampir yang engga dangkal, yang hanya menyentuh sisi luar, mungkin hanya bermain di atas permukaan.

Bukan pula cerita novel romantis yang diadaptasikan ke dalam dunia vampir.

Saya pikir, mungkin ini adalah salah satu cerita mengenai kehidupan dan seluk-beluk vampir yang paling memikat. *saya belum terlalu banyak membaca buku mengenai vampir tapi setelah mencerna macam2 film dan buku, karya Anne Rice bikin saya tenggelam mengikuti cerita lebih jauh*

Vampir itu mempesona, kompleks, misterius, penuh daya tarik dan di luar bermacam-macam ‘anugerah’ yang mereka dapat, saya menangkap satu getaran yang sama dari mereka : sepi, miris, dan getir.

Mereka mahluk yang tidak jarang dihantui rasa takut dan putus asa.

Semakin lama membaca buku ini, ingatan saya mengenai versi filmnya makin samar. Dunno, ada sesuatu atau banyak hal yang menghilang dari sana. *hm, mungkin saya harus kembali menonton filmnya*

1b4fc2be71fbd5f9fe10cd320ec51ce2

Karena sebentar lagi baca ‘Interview With The Vampire’nya mendekati ending, tadi sempet ngintip-ngintip seri Vampire Chronicles lainnya.

Hm, ga sabar buat mencerna buku berikutnya. Penasaran menatap point of viewnya Lestat.

7664114c3644520a746c7836aa5acf46

Dan sepertinya, setelah membaca buku ini, barulah saya ngeh satu hal yang harusnya sudah saya telan bulat-bulat sebagai penimat kisah-kisah vampir.

Mereka *vampir pencipta dan ciptaannya* berbagi darah yang sama. Si ‘induk’ akan meminum darah ‘anak’nya kemudian setelah si ‘anak’ hampir mencapai ambang kematian, dia memberikan darahnya untuk diminum si ‘anak’.

Darah mereka bersatu dalam tubuh masing-masing dan hal itu membuat ikatan yang kuat bak orang tua asli dan anaknya.

Bisa jadi hubungan cinta, induk dan anak, atau partner. Yang jelas, seburuk apapun hubungan mereka, tidak bisa semudah itu mereka saling melepaskan diri.

Yah, darah lebih kental daripada air kan? ^^

PS. Found Anne Rice’s comment about Interview With The Vampire, the movie.

IWTV THE MOVIE

Please check!

Hm, really, really, i should watch it again and again and again ^^

Night-night all~

Photo Credit : http://for-redheads.tumblr.com/post/28497745590/fawn-of-the-dead-perfection, https://www.flickr.com/photos/josie_maran/4541092613/

-elle-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s