Inferno

It’s Doctor Strange’s week but I want to write a bit about Inferno.

Gonna watch the doctor next week XD

So, here is a brief summary.

Robert Langdon terbangun di sebuah rumah sakit dengan ingatan super samar   mengenai apa yang sudah terjadi pada dirinya sehingga dia harus berakhir di rumah sakit.

Dr. Sienna Brooks yang merawatnya pun kemudian turut terlibat dalam Pengejaran sengit di antara berbagai pihak yang sama-sama memburu Langdon.

Mereka kemudian diketahui mengincar senjata  pemusnah masal yang diciptakan oleh ilmuwan jenius, Zobrist, untuk memusnahkan sebagian umat manusia karena dipercaya bahwa pertumbuhan manusia yang terlalu banyak Dan cepat, sangat berpengaruh kepada kondisi dunia yang semakin buruk.

Keberadaan senjata pemusnah masal berbentuk patogen itu hanya dapat diketahui dengan memecahkan kode atau teka-teki yang dibuat oleh Zobrist.

Zobrist yang merupakan fans Dante, memilih untuk menggunakan Puisi karya sang penyair, yaitu Inferno untuk menyembunyikan petunjuk keberadaan patogen berbahaya ciptaannya.

Langdon kemudian menyadari bahwa petunjuk awal tersebut, berada di tangan nya Dan walaupun masih tidak terlalu yakin akan berbagai hal yang menimpa dirinya, ingatan yang kabur, mana pihak lawan atau kawan, namun dia Dan Sienna berpacu dengan waktu Dan berusaha keras memecahkan teka-teki Zobrist yang membuat mereka berpindah dengan cepat ke berbagai tempat bersejarah penuh karya Seni agung serta terbang mengunjungi beberapa negara. 

Apakah Langdon Dan Sienna akan berhasil memecahkan kode yang diciptakan Zobrist Dan mencegah pemusnahan masal umat manusia? 

I’ll save the answer. Karena mungkin di antara kalian ada yang belum menonton atau membaca buku Inferno karya Dan Brown ini. πŸ™‚

Oke! Kali ini mengenai filmnya.

​

Well, how should I say this?

Menurut saya pribadi sih, filmnya tidak memberikan kesan tertentu apalagi bikin saya excited sepanjang menonton film.

Flat. Dunno why.

Dulu sebelum filmnya rilis, saya antusias sekali tapi saat menonton filmnya, semua rasa antusias itu menghilang begitu saja.

Saya duduk di bioskop, mengikuti jalan cerita yang terpampang, bak kembali membaca ulang bukunya. No more no less.

Alur ceritanya cepet sih Dan ada beberapa scene yang lumayan intens tapi selebihnya, saya merasa durasi film ini lambat sekali.

Mungkin karena saya sudah terlanjur baca buku Dan semua kartu sudah saya ketahui? Sehingga saya tidak tahu apa yang saya harapkan lagi dari film ini. *Sigh*

Sehabis filmnya selesai pun, saya Dan temen masih sibuk diskusi soal apa yang kurang dari Inferno.

We both are not impressed.

Baru Kali ini saya nonton Langdon series dengan hati datar. 

Da Vinci Code atau Angel and Demon saja masih bikin saya excited mengikuti film hingga tuntas. Inferno engga bisa bikin saya kayak gitu.

Well, nonton Inferno ini, untuk saya, lebih ke untuk memvisualisasikan semua jabaran Dan Brown mengenai berbagai tempat bersejarah, lukisan, topeng kematian Dante, dll.

Bentuk ramping Dan lumayan padat dari bukunya.

That’s my opinion. 

Yang masih penasaran, monggo segera ke bioskop terdekat πŸ™‚

Okay, that’s all.

Enjoy your Evening.

Bye.

-elle-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s