Haiiiii ~

Welcome the very first day in 2018 ❀

Year of dog apparently πŸ•

Hm let’s see my first day is not that great but finally i can get my me time now 😍


Happy new year all~ 

Thank you for coming and reading my unimportant blog. 

In 2018. 

I wish i could write more. 

More about myself.

More about my fandom.

Fangirling and fangirling.

Mumbling and rambling.

I wanna read lots of books.

I wanna watch lots of nice movies.

I wanna drink more coffee lol 

I wanna meet new people and interact with them more.

Let’s see is there any changes inside my personal life πŸ˜†

I’m excited. Lol

But then i remember about tomorrow. 

My appointment with the dentist. Sigh. 

Can i just skip tomorrow? πŸ˜… 

I’m scared now. πŸ˜…

Okay, enough about me. 

This is my annual post in blog. 


People are still interested into reality show Superman Return or only Superman now? Sorry. I’m no longer following the show. πŸ˜…

Yup, Lee Dong Gook family, triplets, Haru, Rohui. 

There is also search engine for tv series ‘Revenge’. So sorry, i didn’t write a complete synopsis. 

Also! About Fear Street! Wow. Lots of interest too for the book. And sorry, i don’t provide the download links. Heheh 

What else!? 

Jaejoong’s tattoo! 

And Lee Pace!!!! 

J.D. Robb, Eve and Roarke. 

And my post about Seo Tae Hun heheh

Lots of post but i only put the top 10 during 2017. 

Once again. 

Thank you so much for your visit. I’m sorry i couldn’t provide much for all of you. 

During 2017, lots of bad but also good news. 

2018. I wish there will be more and more incredible news from fandom. Less scandal please. 

Thank you so much! 

Done with my rambling. 

PS. I’m busy catching up news and fandom related to TVXQ and JYJ right now. 

I’m writing Soulmate fanfiction *again* 

I’m enjoying my Game of Thrones book. Yep, in the middle of reading the first book. 

Bye all~ 

Happy new year~~~~~ πŸ’“πŸ’“πŸ’“



Murder on The Train


Sebelum nonton Murder on The Orient Express versi tahun 2017, saya bertekad buat nulis review di blog ini tapi niat itu urung karena ternyata, film itu tidak meninggalkan kesan mendalam untuk saya πŸ˜…

Kemarin, setelah berminggu-minggu bertekad untuk nonton film MOTOE versi tahun 1974 (yup, untuk kalian yang belum tahu, film ini juga pernah dirilis tahun 1974), akhirnya kesampean juga menikmati film yang dibintangi Albert Finney, Ingrid Bergman, Lauren Bacall, dll. 

Ekspektasi saya pada awalnya sih, tidak tinggi karena masih terbayang MOTOE versi baru. (Seriously, i was super bored at that time πŸ˜…) 

Film versi 1974 dan 2017 merupakan adaptasi yang loyal dengan bukunya. Alur, karakter sama. Namun, saya jauh lebih menikmati film versi 1974. 


Karakter Poirot yang diperankan oleh Albert Finney, more or less lebih mendekati karakter papa Poirot di buku. Meskipun, seriously, the way he presented his disclosure about the murder case is super annoying πŸ˜…

The way he talked, i feel a bit tired to hear his voice and intonation but overall, i like his character rather than Mr. Brannagh’s adaptation. 

Durasi filmnya dua jam dan setiap detil di dalam buku, tidak luput diperlihatkan dan pemaparannya lebih jelas. 

Untuk adegan awal, kita dibawa ke tahun 1930, di mana tragedi penculikan Daisy Armstrong terjadi, bagaimana kronologisnya, siapa saja tokoh yang terlibat di saat penculikan terjadi, bagaimana mencekamnya suasana di rumah, hingga serbuan wartawan yang meliput, serta proses pengadilan dan korban yang berjatuhan selain Daisy. 

Ini merupakan pegangan untuk para penonton untuk kemudian beranjak menaiki kereta Orient-Express.

Kereta mewah yang membawa satu orang pembunuh dan dua belas juri yang diam-diam menuntut balas untuk kejahatan yang dilakukan di masa lalu. 

I love how the director, Sidney Lumet, build each momentum and keep the tension.

Saat saya menonton MOTOE 2017, saya berpikir filmnya agak flat dan membosankan. Adegan awal, membuat saya excited tapi mendekati proses investigasi dan kemudian penyelesaian, bikin saya bener-bener duduk di bioskop dengan perasaan super bosan. 

Film tahun 1974, terus bergerak cepat dan tangkas. Saya tahu alur cerita, jadi seharusnya tidak ada kejutan lagi bukan? Jadi saya juga membayangkan bahwa saya akan kembali merasa bosan melihat adegan-adegan yang sama.

Guess what!? 

That didn’t happened!!!! 

My eyes was wide open, i was feeling excited, i can feel the tension and the smells of mystery and thriller 😍

Poirot just being Poirot. Not suddenly transformed into Sherlock. πŸ˜…

He digs everything slowly but certain from his suspects. 

He treats everyone differently. I can see that. How he talked, how he conduct his interview. 

He understands the psychology of people and he use that to confront each person.

In the end, he got the perfect result. He solved the case. 

Saya sangat menyukai adegan-adegan terakhir dari film ini. Saya menikmati cara Poirot memaparkan detil dari kasus ini.

FYI, adegan pembunuhan Racthett alias Casetti di film tahun 1974, lebih terasa sebagai adegan penebusan yang sakral untuk saya dibandingkan dengan pembunuhan beramai-ramai yang kejam, di mana semua orang menusuk tubuh Ratchett hampir berbarengan.

12 orang yang terhubung dengan Daisy Armstrong, bersabar menanti giliran untuk membalaskan, melepas, menebus segala amarah, rasa sakit, dan kesedihan yang dirasakan oleh mereka. One by one.  And that is very personal, mereka terhubung dengan benang merah yang sama. 

Mereka menyayangi keluarga Armstrong; merasa getir untuk Mrs. Armstrong, menghormati Kolonel Armstrong, dan mengasihi Daisy Armstrong. 

Saya melihat perubahan ekspresi Linda Arden, nenek Daisy saat membalaskan dendamnya. Amarah berganti dengan kelegaan dan rasa ‘damai’ saat akhirnya tujuan mereka tercapai. 

Scene terakhir, ditutup dengan masing-masing anggota komplotan ini, bersulang dengan segelas sampanye. Merayakan dan mensyukuri keadilan yang mereka dapatkan untuk para korban. 

*hela nafas panjang*

Saya masih belum move on dari film ini.

Fun fact : Agatha Christie juga turut menonton film ini and she likes it 😊

Saya ga bisa ngenalin Sean Connery yang berperan sebagai Kolonel Arbuthnott πŸ˜…

Saat melihat jajaran pemain, barulah terpana kalau itu Sean lol

Anyway, ini ada artikel menarik yang mengulas pembuatan MOTOE 1974.

The Guardian Article 
So which version do you like? Old one or new one? 

I love old train rather than the new one 😊

Ini trailer untuk MOTOE 1974 :

Murder On The Orient Express 1974
Untuk yang belum nonton, silakan nonton ya πŸ™‚ 

Bye all~

Photos Sources and Shared by : orientexpressmoviecracramillerVimolaiansonyualexandraanderson86laurenbacall


Farewell Jonghyun

Hari ini bener-bener banyak berita mengejutkan. Setelah baca berita bahagia dari Taeyang-Min Hyo Rin, saya tertegun baca berita mengenai Jonghyun.

Ga percaya sama sekali saat saya baca rentetan RT di timeline. 

I’m speechless.

Rasanya masih inget aja Jonghyun nge dance dan nyanyi Ring Ding Dong plus nonton dia pas Shinee di Hello Baby.

He’s a very cheerful boy with his unique voice. 

Yup so true that we will never know what someone’s else think or going through. Even if they laugh fan looks very happy.

Saya juga masih inget, dulu Yoochun sering ngasih saran buat Shinee. Well that is part of happy memories.

Please rest well, Jonghyun. Sleep tight. 

My deep condolences for his family, his Shinee members, Shawol.

Tweets : @theseoulstory, @hiplikejimin, @jintheplum, @ahgasoul, @joeunhana


A Moment With Chrisye

Saya baru saja selesai menyeka air mata beberapa saat setelah film Chrisye selesai dan lampu menyala.

Rada malu sih tapi apa daya, ada beberapa adegan yang bikin terharu dan puncaknya, di adegan menjelang akhir film.

Hari ini saya memutuskan untuk menonton film Chrisye. 

Berawal dari iseng dan penasaran walaupun dalam hati masih ganjel, karena yang memerankan Chrisye adalah Vino ^^v

Well, seiring dengan menatap adegan demi adegan, saya terbawa dan sangat menikmati karakter yang Vino hayati. 😊

I know Chrisye is legend. His voice is one in million. My momma is his big fans. I’m enjoying his songs. Thanks to my momma! 

I only know him a little! And this movie is already take me to see him a little more better.

Film ini menceritakan berbagai potongan penting dalam kehidupan Chrisye. 

Saya melihat banyak sisi dari beliau.

Bapak dan suami yang bertanggung jawab, dan tanggung jawab itu bukan sekedar kata. 

Chrisye membuktikan semampu yang dia lakukan sepanjang hidupnya. Dia kepala rumah tangga, suami yang juga turut serta menjadi manajer keuangan di rumah. Tidak segan membantu pekerjaan rumah. Bapak yang perhatian dan penyayang.

Melihat rumah tangga Chrisye yang diangkat di film ini, bikin saya membatin, ‘well, that’it! That’s what i really want for my own future home!’.

Someone who can be a partner. Not a boss. Seriously! I feel like if i could meet someone who has responsibility like him, i could feel at ease to be his wife. 

I’m not afraid with difficulties in marriage because i know i’m not fighting alone. I have a dependable and trusted partner for whole life.

As a musician, he’s full of doubts. Dia meragukan segalanya. Dia tidak percaya diri, tidak nyaman, hidup dalam lingkungan yang membuat jiwanya resah. 

Dia punya bakat, dia punya suara, karir dan album rekaman sukses walaupun banyak kesulitan menghadang, semua orang memujinya but still he feels that something is missing from his life, from his heart. 

Di tengah keresahannya, dia tidak pernah berhenti mencari dan dia memilih untuk selalu berhubungan dengan Tuhan. 

Manusia tidak bisa membantu dan dia mencari jawaban pada Tuhan. 

Tuhan memberikan jawaban itu lewat tangan Taufik Ismail. Lewat lagu yang berjudul ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ yang merupakan terjemahan surat Yaasin. 

Adegan puncaknya adalah saat Chrisye merekam lagu itu. I feel like God speaks to him directly. That’s why he can’t do the recording smoothly. He keeps crying over and over again. (Yeah, i was crying too).

I mean, when God speaks to you with His way, you just can’t denied it. He talks to you directly. He touch your heart and give you His blessing.

(I almost cry again now)

And Chrisye finally found his inner peace.

Film ini, seperti yang sudah saya tulis di atas, menceritakan potongan-potongan. So, i can’t see it as a whole. 

Potongan-potongan yang terpapar cukup lama di layar bioskop. Saya suka akting Vino walopun saat harus lipsync, masih rada ganjel karena engga pas heheh

Dan Velove Vexia. She got the vibes of Damayanti Noor! Seriously! Dia cocok untuk peran itu. 

Other things is dari awal hingga akhir film, Velove keliatan cantikkkkkkkk banget lol apapun adegannya. Plus saya salfok sama lipstik nya Velove. Nice! Warnanya itu loh. 😍

Hm semua pemeran pendukungnya juga saya suka. And who knows that Andi Arsyl bisa jadi Erwin Gutawa!? Heheh pas ternyata ya. 

Habis ini, kayaknya playlist bakal penuh lagu Chrisye nih hehe. And seriously, saya kangen banget masuk ke toko musik, beli kaset, CD, DVD. 

Meeennnnn, sekarang di mana saya bisa jalan di antara rak-rak berisi rilisan fisik di Bandung!?? Sedih saya, toko musik gulung tikar 😒

Saya hampir lupa. Gimana caranya masukin kaset ke dalam tape huks. 

Okay! Kalo penasaran, bisa liat trailer officialnya dulu 😘

Chrisye Official Trailer

Saya ga sempet nyari piku poster ato foto poster film ini di bioskop πŸ˜…


Go to the nearest cinema and enjoy a moment with The Legend 😊

Enjoy your evening, guys. 

PS. I feel like my mind has been cleared from watching this movie. I won’t tell you why lol




Full of random things from me πŸ˜…

Recently i’m craving for sweets and cheese.

Well it’s not sweets but full of cheese and beef bacon.

I’ve been crazy about zumba. Now i feel that my blood circulation is improving. I don’t know how to explain it well but recently i just realized that work out is good for body. Definetely 😊

What else!? 

Oh my favorite bag recently. I need a new bag and then the bag came to me, perfectly fit! Lol 

I eat too much chicken and french fries that’s why i never leave my zumba class πŸ˜†but seriously, i love french fries so much!!!

I challenge myself to eat new menu from famous fast food resto.

Their choco chicken is not that bad. Well how to describe it? 

Chicken and chocolate might not a perfect combo but my tummy accept it pretty well.

You gotta taste 3 layers of flavour; sweetness of choco, a bit spicy, and the usual taste that come from the fried chicken itself. 

Tapi yang paling saya ga suka adalah saat saus cokelatnya nempel di jari-jari tangan. Tahu kan, gimana tekstur kalo cokelat meleleh pas kita makan dan nempel di jari? 

Yep, lengket dan ga nyaman. 

Ayam saus cokelat ini ga matching kalo dimakan sama nasi. Kalo sama kentang, masih lumayan lah. 

Well, tetep sih, buat saya, menu baru ini bukan menu yang direkomendasikan πŸ˜…

Saya udah makan sekali dan ga berminat untuk makan lagi kedua kalinya πŸ˜…

Oh. Saya juga udah nonton Murder on The Orient Express.

I was over excited dan sempet deg-degan sih karena biasanya kalo filmnya bertabur terlalu banyak ‘bintang’ hasilnya engga akan terlalu berkilau.

Itu juga yang saya rasakan dari film ini. I was sligtly dissappointed. Buat saya, agak flat. πŸ˜… 

Tapi terpuaskan karena udah engga penasaran lagi sama filmnya. Rencananya sih mau nonton juga film yang versi 1974. 😊

Dannn saya udah lama ngincer buku Big Little Lies nya Liane Moriarty tapi sampe sekarang belum dapet juga. 

Sebagai gantinya, saya beli buku Liane yang berjudul ‘Truly Madly Guilty’. We’ll see. 

Saya juga melengkapi koleksi buku Agatha Christie lagi bulan ini. Another Papa Poirot Case. 

Appointment With Death. 

Baru saya baca setengah jalan 😁

I really wanna have free time to read. Akhir-akhir ini, susah banget buat bisa baca buku dengan santai. 

Last thing.

I drink too much Thai tea, milk tea, and Teh Tarik πŸ˜‚

Udah empet sih tapi ga brenti juga minum tiga minuman itu lol

Bye all~

Enjoy your last month this year. 


They Got The Point

Kasus Harvey Weinstein dan Nick Carter masih berputar.

Well dua kasus itu kembali mengingatkan saya sama kasus Park Yoo Chun. 

Harvey is a j**k. Totally. I don’t know how many another Harvey out there. But i wish more and more peole will speak out. 

Women and Men. 

Nick. He was my fave when i was still teen. Honestly i was really shocked when i read his latest news. 

I don’t know him. I lost track of him since long time ago. But when the news broke. Well another dissappointment for me. 


And since he has lots of fangirls just like *cough cough* PYC, lots of people defends him. 

I’m not one of them. 

My support is for the survivor. πŸ™‚ 

And i got these tweets with a very clear messages to shared.

You got it? πŸ™‚ 

Bye all~ 

Thanks to Nikita Gill and Mohammed Saleh πŸ™‚ 


Happy Birth, err Death Day

How does it feel to rewind you life over and over again on your very special day, like birthday? 

We can see it through this movie.

My choice this week is the latest mystery/thriller movie titled [Happy Death Day].

Let’s take a look at a brief synopsis πŸ™‚ 

Tree adalah mahasiswi populer di kampus. Suatu pagi, dia terbangun di kamar asrama dengan hang over parah setelah pesta semalam suntuk.

Mahasiswa yang menolongnya, Carter, menjelaskan pada Tree apa yang telah terjadi di malam sebelumnya. Namun Tree tidak terlalu mempedulikan keberadaan atau pun pertolongan Carter.

Dia memilih untuk bergegas kembali ke asramanya. Sesampai di asrama, Tree menerima kejutan kecil dari Lori, teman sekamarnya, berupa cupcake ulang tahun lengkap dengan sebatang lilin di atasnya.

Yup, hari itu adalah hari ulang tahun Tree. Namun Tree tidak mempedulikan kejutan Lori dan bergegas masuk kelas karena dia sudah terlambat.

Usut punya usut ternyata Tree menjalin affair dengan sang dosen yang sudah menikah. Affair itu memuluskan Tree untuk mendapatkan nilai bagus dalam mata kuliah sang dosen.

Malam hari pun tiba. Tree yang mendapat undangan pesta, bergegas pergi. Di tengah perjalanannya menuju tempat pesta, dia bertemu dengan gerombolan mahasiswa penggemar football tim universitas mereka. Salah satunya, mengenakan pakaian berwarna gelap lengkap dengan topeng maskot tim football yang serupa dengan wajah bayi tapi terlihat menyeramkan. 

Tree tidak terlalu memperhatikan gerombolan tersebut. Dia hanya meneruskan perjalanannya menuju lokasi pesta. 

Namun langkahnya terhenti saat dia sampai di depan terowongan kecil yang sepi. Tree mendengar alunan lagu ‘Happy Birthday’ dari semacam music box yang diletakkan di tengah-tengah terowongan.

Tree mengira bahwa itu adalah kejutan dari teman-temannya. Namun dia salah menduga, saat dia tengah asyik memperhatikan music box tersebut, muncullah sosok bertopeng yang sebelumnya dilihat Tree bersama gerombolan fans football.

Sosok itu menyerang dan kemudian berhasil membunuh Tree.

So what happen next? 

Well, Tree tidak mati. At least, belum, karena ternyata saat dia tersadar, dia kembali berada di….yup! Asrama Carter! Dan Tree mengulang kembali hari ulang tahun, sekaligus hari kematiannya itu.

Tree histeris dan panik, berusaha mencari jawaban sebisa mungkin mengenai mengapa dia bisa mengulang hari.

Namun seiring dengan hal tersebut, ternyata si pembunuh bertopeng pun juga terus mengulang pembunuhannya pada Tree.

Setiap kali Tree mengulang hari, metode pembunuhan pun turut berbeda. Seiring dengan plot yang juga berbeda. 

Walaupun pada mulanya Carter tidak mempercayai pengalaman Tree, tapi akhirnya mereka berdua berusaha memecahkan misteri bersama. 

Tree stress dan tertekan namun di sisi lain, dia seolah menikmati setiap hari yang terulang.

Hari baru, pengalaman baru, kesempatan baru, dia menghadapi beragam plot, bisa salah atau benar.  Dia hidup kemudian mati dan hidup kembali. Berjuang menemukan si pembunuh sekaligus perlahan memahami dan memperbaiki hidupnya sendiri. 

Tree melakukan apapun yang disukainya termasuk hal gila karena dia tahu pada hari berikutnya, selama sang pembunuh belum tertangkap, maka tidak akan ada seorang pun yang mengingat apa yang Tree lakukan sebelumnya. 
Film ini sebetulnya tidak memberikan banyak kejutan buat saya karena saya lumayan sering nonton film bergenre sejenis.

Malah saya sempet was was sih, apakah worthed nonton ke bioskop untuk film ini. πŸ˜…

Tapi ternyata, mungkin karena saya hobi nonton film bergenre misteri atau thriller, saya menikmati Happy Death Day.

Film ini serasa mengingatkan saya akan film thriller remaja jaman saya masih es em pe atau es em a. Lol

Misalnya Scream, I Know What You Did Last Summer, plus Halloween.

I really miss those movies dan Happy Death Day memuaskan kerinduan saya akan vibe film-film yang saya sebutkan tadi. 

Jadi, menurut saya sih Happy Death Day tontonan yang pas untuk bulan Halloween ini. 

PS. Saya liat kemarin ada orang tua yang bawa anak yang masih di bawah umur. Ini bukan genre yang pas untuk anak-anak. Isinya tidak sesuai untuk mereka. So please be careful. 

Curious about the movie? 

Here it is the trailer : 

Official Trailer

And i love one of the soundtrack. Demi Lovato-Confident ❀

Demi Lovato Confident MV

Enjoy the movie! 

Night all~

Photo Source : Jessica Rothe Official IG

Videos Sources and Credits : Universal Pictures UK, Demi Lovato Vevo