Murder on The Train

Haiiii~~~

Sebelum nonton Murder on The Orient Express versi tahun 2017, saya bertekad buat nulis review di blog ini tapi niat itu urung karena ternyata, film itu tidak meninggalkan kesan mendalam untuk saya ๐Ÿ˜…

Kemarin, setelah berminggu-minggu bertekad untuk nonton film MOTOE versi tahun 1974 (yup, untuk kalian yang belum tahu, film ini juga pernah dirilis tahun 1974), akhirnya kesampean juga menikmati film yang dibintangi Albert Finney, Ingrid Bergman, Lauren Bacall, dll. 

Ekspektasi saya pada awalnya sih, tidak tinggi karena masih terbayang MOTOE versi baru. (Seriously, i was super bored at that time ๐Ÿ˜…) 

Film versi 1974 dan 2017 merupakan adaptasi yang loyal dengan bukunya. Alur, karakter sama. Namun, saya jauh lebih menikmati film versi 1974. 

Kenapa? 

Karakter Poirot yang diperankan oleh Albert Finney, more or less lebih mendekati karakter papa Poirot di buku. Meskipun, seriously, the way he presented his disclosure about the murder case is super annoying ๐Ÿ˜…

The way he talked, i feel a bit tired to hear his voice and intonation but overall, i like his character rather than Mr. Brannagh’s adaptation. 

Durasi filmnya dua jam dan setiap detil di dalam buku, tidak luput diperlihatkan dan pemaparannya lebih jelas. 

Untuk adegan awal, kita dibawa ke tahun 1930, di mana tragedi penculikan Daisy Armstrong terjadi, bagaimana kronologisnya, siapa saja tokoh yang terlibat di saat penculikan terjadi, bagaimana mencekamnya suasana di rumah, hingga serbuan wartawan yang meliput, serta proses pengadilan dan korban yang berjatuhan selain Daisy. 

Ini merupakan pegangan untuk para penonton untuk kemudian beranjak menaiki kereta Orient-Express.

Kereta mewah yang membawa satu orang pembunuh dan dua belas juri yang diam-diam menuntut balas untuk kejahatan yang dilakukan di masa lalu. 

I love how the director, Sidney Lumet, build each momentum and keep the tension.

Saat saya menonton MOTOE 2017, saya berpikir filmnya agak flat dan membosankan. Adegan awal, membuat saya excited tapi mendekati proses investigasi dan kemudian penyelesaian, bikin saya bener-bener duduk di bioskop dengan perasaan super bosan. 

Film tahun 1974, terus bergerak cepat dan tangkas. Saya tahu alur cerita, jadi seharusnya tidak ada kejutan lagi bukan? Jadi saya juga membayangkan bahwa saya akan kembali merasa bosan melihat adegan-adegan yang sama.

Guess what!? 

That didn’t happened!!!! 

My eyes was wide open, i was feeling excited, i can feel the tension and the smells of mystery and thriller ๐Ÿ˜

Poirot just being Poirot. Not suddenly transformed into Sherlock. ๐Ÿ˜…

He digs everything slowly but certain from his suspects. 

He treats everyone differently. I can see that. How he talked, how he conduct his interview. 

He understands the psychology of people and he use that to confront each person.

In the end, he got the perfect result. He solved the case. 

Saya sangat menyukai adegan-adegan terakhir dari film ini. Saya menikmati cara Poirot memaparkan detil dari kasus ini.

FYI, adegan pembunuhan Racthett alias Casetti di film tahun 1974, lebih terasa sebagai adegan penebusan yang sakral untuk saya dibandingkan dengan pembunuhan beramai-ramai yang kejam, di mana semua orang menusuk tubuh Ratchett hampir berbarengan.

12 orang yang terhubung dengan Daisy Armstrong, bersabar menanti giliran untuk membalaskan, melepas, menebus segala amarah, rasa sakit, dan kesedihan yang dirasakan oleh mereka. One by one.  And that is very personal, mereka terhubung dengan benang merah yang sama. 

Mereka menyayangi keluarga Armstrong; merasa getir untuk Mrs. Armstrong, menghormati Kolonel Armstrong, dan mengasihi Daisy Armstrong. 

Saya melihat perubahan ekspresi Linda Arden, nenek Daisy saat membalaskan dendamnya. Amarah berganti dengan kelegaan dan rasa ‘damai’ saat akhirnya tujuan mereka tercapai. 

Scene terakhir, ditutup dengan masing-masing anggota komplotan ini, bersulang dengan segelas sampanye. Merayakan dan mensyukuri keadilan yang mereka dapatkan untuk para korban. 

*hela nafas panjang*

Saya masih belum move on dari film ini.

Fun fact : Agatha Christie juga turut menonton film ini and she likes it ๐Ÿ˜Š

Saya ga bisa ngenalin Sean Connery yang berperan sebagai Kolonel Arbuthnott ๐Ÿ˜…

Saat melihat jajaran pemain, barulah terpana kalau itu Sean lol

Anyway, ini ada artikel menarik yang mengulas pembuatan MOTOE 1974.

The Guardian Article 
So which version do you like? Old one or new one? 

I love old train rather than the new one ๐Ÿ˜Š

Ini trailer untuk MOTOE 1974 :

Murder On The Orient Express 1974
Untuk yang belum nonton, silakan nonton ya ๐Ÿ™‚ 

Bye all~

Photos Sources and Shared by : orientexpressmoviecracramillerVimolaiansonyualexandraanderson86laurenbacall

-elle- 

Advertisements

Mood Booster

These days, i feel slowly down.

I’m not that down but with lots of news, sad things, and oh i don’t know why but recently the atmosphere at home is also not that nice.

So, yeah, i’m welcoming the bad mood.

Plus the weather is super cold and rain almost everyday.

I keep drinking coffee and cocoa but still those are not enough.

My phisical body is also not that fit these days.

I need sunshines!! Or warm blanket please!!! 

Then, i saw these photo and videos of them! 

I feel a bit better. Lol


To see their smile. Well, they melted my heart already.

Another mood booster is this! 

‘Banana Mud’ ๐Ÿ˜…

Yeah, banana fried covered by two of my fave flavors; green tea and dark choco!!! 

Perfect!!! 

I’m listening Taylor Swift’s songs a lots recently! From her latest album, Reputation.

End! 

I wish tomorrow will feel warmer.

Photo and Videos Shared by : tvxq_world

-elle- 

Farewell Jonghyun

Hari ini bener-bener banyak berita mengejutkan. Setelah baca berita bahagia dari Taeyang-Min Hyo Rin, saya tertegun baca berita mengenai Jonghyun.

Ga percaya sama sekali saat saya baca rentetan RT di timeline. 

I’m speechless.

Rasanya masih inget aja Jonghyun nge dance dan nyanyi Ring Ding Dong plus nonton dia pas Shinee di Hello Baby.

He’s a very cheerful boy with his unique voice. 

Yup so true that we will never know what someone’s else think or going through. Even if they laugh fan looks very happy.

Saya juga masih inget, dulu Yoochun sering ngasih saran buat Shinee. Well that is part of happy memories.

Please rest well, Jonghyun. Sleep tight. 

My deep condolences for his family, his Shinee members, Shawol.

Tweets : @theseoulstory, @hiplikejimin, @jintheplum, @ahgasoul, @joeunhana

-elle- 

Disneyland โค

I’m back!!! 

I just watched Star Wars : The Last Jedi.

I’m pretty satisfied with the movie.

Anyway! 

I got these cute photos on my timeline lol

Someone is certainly having fun at Tokyo Disneyland! 

He’s having  fun kissing Minnie lol

Do you wanna meet your real Minnie? 

Go find her ASAP.

PS. Yang bikin excited itu, JJ berfoto di tempat yang sama dengan foto yang dibagi Ayana di blog pas dia cerita soal Disneyland. (Blognya dikunci jadi saya engga bisa sharing di sini heheh) 

Pohon Natal gede itu highlight nya Tokyo Disneyland mungkin ya ๐Ÿ˜€

Bye all~ 

Photos Credit : jj_1986_jj

-elle- 

Omedetou Gozaimasu Otouto-san!ย 

Ayana updated her blog again!!! 

What a surprise! 

Kali ini, Ayana sharing berita bahagia.

Adik laki-lakinya melangsungkan pesta pernikahan! 

Update blognya sih kemarin, tanggal 16 Desember. 

Sebenernya, kalau tidak salah, Ayana juga pernah nulis di Nau beberapa bulan yang lalu atau mungkin tahun lalu ya? 

Saya lupa ๐Ÿ˜…

Dia menulis mengenai pernikahan adiknya. Jadi mungkin, saat itu, mereka hanya daftar di catatan sipil dan kemarin resepsi? 

Saya sih cenderung berpikir begitu heheh

Ayana berbagi beberapa foto dari resepsi pernikahan. (Buat saya sih, dia ‘royal’ banget sharing foto-foto resepsi pernikahan adiknya) 

Hm, mungkin, pelipur lara juga kali ya, karena dia kan engga bisa sharing foto pernikahannya sama Leader di blog ๐Ÿ˜†

Anyway! 

Ini tempat resepsinya. Saya engga tau nama hall nya apa ๐Ÿ˜…

Adiknya pake MC yang sama dengan MC di pernikahan Ayana-Tetsuya. Well, dia nulis sih, katanya kalo ada acara di keluarga Sakai, pasti MC nya itu. 

Oh the bride was wearing Ayanature’s dress!!! Of course! Lol  

And she looks so cute!!! 

Sehabis pesta, Ayana buru-buru pulang karena anak-anak tinggal di rumah. ๐Ÿ˜ฎ

Kirain mereka juga ikut hadir di resepsi om nya. 

Well kalopun hadir, tetep aja engga akan ada foto lol 

That’s it!

Can’t wait to see her Xmast update heheh

Good day all~

Photos Credit : Ayana Sakai Official Blog

-elle- 

A Moment With Chrisye

Saya baru saja selesai menyeka air mata beberapa saat setelah film Chrisye selesai dan lampu menyala.

Rada malu sih tapi apa daya, ada beberapa adegan yang bikin terharu dan puncaknya, di adegan menjelang akhir film.

Hari ini saya memutuskan untuk menonton film Chrisye. 

Berawal dari iseng dan penasaran walaupun dalam hati masih ganjel, karena yang memerankan Chrisye adalah Vino ^^v

Well, seiring dengan menatap adegan demi adegan, saya terbawa dan sangat menikmati karakter yang Vino hayati. ๐Ÿ˜Š

I know Chrisye is legend. His voice is one in million. My momma is his big fans. I’m enjoying his songs. Thanks to my momma! 

I only know him a little! And this movie is already take me to see him a little more better.

Film ini menceritakan berbagai potongan penting dalam kehidupan Chrisye. 

Saya melihat banyak sisi dari beliau.

Bapak dan suami yang bertanggung jawab, dan tanggung jawab itu bukan sekedar kata. 

Chrisye membuktikan semampu yang dia lakukan sepanjang hidupnya. Dia kepala rumah tangga, suami yang juga turut serta menjadi manajer keuangan di rumah. Tidak segan membantu pekerjaan rumah. Bapak yang perhatian dan penyayang.

Melihat rumah tangga Chrisye yang diangkat di film ini, bikin saya membatin, ‘well, that’it! That’s what i really want for my own future home!’.

Someone who can be a partner. Not a boss. Seriously! I feel like if i could meet someone who has responsibility like him, i could feel at ease to be his wife. 

I’m not afraid with difficulties in marriage because i know i’m not fighting alone. I have a dependable and trusted partner for whole life.

As a musician, he’s full of doubts. Dia meragukan segalanya. Dia tidak percaya diri, tidak nyaman, hidup dalam lingkungan yang membuat jiwanya resah. 

Dia punya bakat, dia punya suara, karir dan album rekaman sukses walaupun banyak kesulitan menghadang, semua orang memujinya but still he feels that something is missing from his life, from his heart. 

Di tengah keresahannya, dia tidak pernah berhenti mencari dan dia memilih untuk selalu berhubungan dengan Tuhan. 

Manusia tidak bisa membantu dan dia mencari jawaban pada Tuhan. 

Tuhan memberikan jawaban itu lewat tangan Taufik Ismail. Lewat lagu yang berjudul ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ yang merupakan terjemahan surat Yaasin. 

Adegan puncaknya adalah saat Chrisye merekam lagu itu. I feel like God speaks to him directly. That’s why he can’t do the recording smoothly. He keeps crying over and over again. (Yeah, i was crying too).

I mean, when God speaks to you with His way, you just can’t denied it. He talks to you directly. He touch your heart and give you His blessing.

(I almost cry again now)

And Chrisye finally found his inner peace.

Film ini, seperti yang sudah saya tulis di atas, menceritakan potongan-potongan. So, i can’t see it as a whole. 

Potongan-potongan yang terpapar cukup lama di layar bioskop. Saya suka akting Vino walopun saat harus lipsync, masih rada ganjel karena engga pas heheh

Dan Velove Vexia. She got the vibes of Damayanti Noor! Seriously! Dia cocok untuk peran itu. 

Other things is dari awal hingga akhir film, Velove keliatan cantikkkkkkkk banget lol apapun adegannya. Plus saya salfok sama lipstik nya Velove. Nice! Warnanya itu loh. ๐Ÿ˜

Hm semua pemeran pendukungnya juga saya suka. And who knows that Andi Arsyl bisa jadi Erwin Gutawa!? Heheh pas ternyata ya. 

Habis ini, kayaknya playlist bakal penuh lagu Chrisye nih hehe. And seriously, saya kangen banget masuk ke toko musik, beli kaset, CD, DVD. 

Meeennnnn, sekarang di mana saya bisa jalan di antara rak-rak berisi rilisan fisik di Bandung!?? Sedih saya, toko musik gulung tikar ๐Ÿ˜ข

Saya hampir lupa. Gimana caranya masukin kaset ke dalam tape huks. 

Okay! Kalo penasaran, bisa liat trailer officialnya dulu ๐Ÿ˜˜

Chrisye Official Trailer

Saya ga sempet nyari piku poster ato foto poster film ini di bioskop ๐Ÿ˜…

Sorry! 

Go to the nearest cinema and enjoy a moment with The Legend ๐Ÿ˜Š

Enjoy your evening, guys. 

PS. I feel like my mind has been cleared from watching this movie. I won’t tell you why lol

Bye~

-elle- 

Decemberย 

Full of random things from me ๐Ÿ˜…

Recently i’m craving for sweets and cheese.

Well it’s not sweets but full of cheese and beef bacon.

I’ve been crazy about zumba. Now i feel that my blood circulation is improving. I don’t know how to explain it well but recently i just realized that work out is good for body. Definetely ๐Ÿ˜Š

What else!? 

Oh my favorite bag recently. I need a new bag and then the bag came to me, perfectly fit! Lol 

I eat too much chicken and french fries that’s why i never leave my zumba class ๐Ÿ˜†but seriously, i love french fries so much!!!

I challenge myself to eat new menu from famous fast food resto.

Their choco chicken is not that bad. Well how to describe it? 

Chicken and chocolate might not a perfect combo but my tummy accept it pretty well.

You gotta taste 3 layers of flavour; sweetness of choco, a bit spicy, and the usual taste that come from the fried chicken itself. 

Tapi yang paling saya ga suka adalah saat saus cokelatnya nempel di jari-jari tangan. Tahu kan, gimana tekstur kalo cokelat meleleh pas kita makan dan nempel di jari? 

Yep, lengket dan ga nyaman. 

Ayam saus cokelat ini ga matching kalo dimakan sama nasi. Kalo sama kentang, masih lumayan lah. 

Well, tetep sih, buat saya, menu baru ini bukan menu yang direkomendasikan ๐Ÿ˜…

Saya udah makan sekali dan ga berminat untuk makan lagi kedua kalinya ๐Ÿ˜…

Oh. Saya juga udah nonton Murder on The Orient Express.

I was over excited dan sempet deg-degan sih karena biasanya kalo filmnya bertabur terlalu banyak ‘bintang’ hasilnya engga akan terlalu berkilau.

Itu juga yang saya rasakan dari film ini. I was sligtly dissappointed. Buat saya, agak flat. ๐Ÿ˜… 

Tapi terpuaskan karena udah engga penasaran lagi sama filmnya. Rencananya sih mau nonton juga film yang versi 1974. ๐Ÿ˜Š

Dannn saya udah lama ngincer buku Big Little Lies nya Liane Moriarty tapi sampe sekarang belum dapet juga. 

Sebagai gantinya, saya beli buku Liane yang berjudul ‘Truly Madly Guilty’. We’ll see. 

Saya juga melengkapi koleksi buku Agatha Christie lagi bulan ini. Another Papa Poirot Case. 

Appointment With Death. 

Baru saya baca setengah jalan ๐Ÿ˜

I really wanna have free time to read. Akhir-akhir ini, susah banget buat bisa baca buku dengan santai. 

Last thing.

I drink too much Thai tea, milk tea, and Teh Tarik ๐Ÿ˜‚

Udah empet sih tapi ga brenti juga minum tiga minuman itu lol

Bye all~

Enjoy your last month this year. 

-elle-