Orient Express

I have loved Agatha Christie for a long time and yes, i’ve collected her books especially Papa Poirot cases ๐Ÿ˜™

This time i’ll write about [Murder On The Orient Express]

This is the 2017 latest cover edition in Indonesia ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

And i super love it!!!!

The cover itself for me, is really represent the story ๐Ÿ™‚ 

Now, a bit summary. 

Setelah melakukan perjalanan di Suriah, detektif Hercule Poirot hendak bermalam di Hotel Totkalian. Namun saat sampai di hotel tersebut, Poirot mendapatkan pesan yang berisi perintah untuk membatalkan perjalanannya dan kembali ke London secepatnya.

Poirot kemudian menaiki kereta Orient Express sekalipun pada awalnya dia tidak mendapatkan tempat tidur di gerbong kelas satu.

Rupanya kereta itu begitu penuh di hari yang biasanya tidak lazim orang-orang dari berbagai negara melakukan perjalanan dengan kereta api tersebut.

Setelah mendapat bantuan dari temannya yang juga merupakan petinggi di kereta api, Monsieur Buoc, Poirot pun berhasil mendapatkan kamar di gerbong kelas 1. 

Gerbong yang penuh, penumpang yang terdiri dari berbagai warga negara, membangkitkan minat Poirot untuk mengamati mereka satu per satu. 

Sesaat setelah makan malam, seorang lelaki bernama Ratchett mendatangi Poirot dan tanpa ragu meminta bantuan  detektif terkenal itu untuk melindungi dirinya dari seseorang yang bermaksud membunuhnya. 

Orang tersebut sudah beberapa kali mengirimkan ancaman serupa dan Ratchett merasa khawatir akan keselamatan dirinya. Namun tanpa diduga, Poirot langsung menolak permintaan Ratchett karena intuisinya mengatakan bahwa Ratchett bukanlah seseorang yang patut dilindungi.

Di malam yang sama, saat Poirot baru saja tertidur, dia mendengar kegaduhan dari dalam ruang tidur yang ditempati Ratchett yang memang berada tepat di sebelah kamar Poirot.

Namun setelah beberapa saat, kegaduhan itu teratasi. Saat Poirot mengintip dari balik pintu, sekilas dia melihat seorang wanita tengah berjalan di ujung lorong dengan mengenakan kimono tidur bergambar naga. 

Walaupun merasa heran namun Poirot kembali meneruskan tidurnya. Keesokan harinya, detektif Belgia itu menyadari bahwa kereta api yang ditumpanginya terhenti karena terhalang timbunan salju.

Hal itu menimbulkan rasa cemas dan kesal dalam diri para penumpang karena mereka bisa tertahan hingga berhari-hari lamanya tanpa bisa mengirim telegram pada orang yang menanti mereka di tempat tujuan masing-masing.

Namun ternyata selain timbunan salju, ada hal lain yang lebih besar yang menanti para penumpang termasuk Poirot. 

Ratchett tewas terbunuh di kamarnya. Ada dua belas luka tusuk yang berhasil diidentifikasi oleh seorang dokter asal Yunani yang juga turut serta di dalam kereta.

Luka tusuk tersebut tampak tidak konsisten karena sebagian menusuk begitu dalam dan kuat namun beberapa tampak begitu dangkal dan lemah.

Penyelidikan Poirot pun dimulai dengan memanggil para saksi yaitu penumpang, satu per satu untuk diinterogasi.

Poirot juga memeriksa kamar serta bawaan mereka. 

Setelah serangkaian penyelidikan, interogasi, pengunpulan fakta dan bukti, tabir pembunuh Ratchett pun terkuak.

Well, i won’t spill the spoiler here ๐Ÿ˜œ

I’ll let you enjoying the ride on the Orient Express all by yourself. Lol

Hm, talking about the ending and the plot. The plot made me confused and i just can’t get the right culprit lol 

Even though i’ve been reading this book long time before but i completely forgot the whole stories lol 

I only remember vaguely about a man named Kol. Arbuthnot and the woman in dragon kimono ๐Ÿ˜…

And yes, i was surprised when i found out the real culprit!!!

It’s just that yes, i went through almost perfect, full of tragedy drama with Papa Poirot. 

A miserable stories when everything camr up to the surface. 

But seriously, even though Ratchett is an evil but that doesn’t mean his killer should set free right? 

I just thougt that for whatever reason, killing someone brutally is not the right thing. 

So i feel really upset somehow when i read the ending. 

That’s my thought.

Dannn bulan November mendatang, Murder On The Orient Express akan dirilis dalam bentuk film ๐Ÿ˜€

Film ini dibintangi oleh Johnny Depp, Daisy Ridley, Kenneth Branagh, Michelle Pfeiffer, Judy Dench, dll.

Hm, kalau filmnya rilis, saya engga akan melewatkan untuk menonton. It’s a must!!!!

Well i’ll erase my memory about the book and embrace the movie version. Somehow it’s tiring to keep comparing book and movie.

We’ll see ๐Ÿ™‚ 

Okay, good day people!! 

-elle- 

Back to Back Part 2

I wanna write something but still not quiet get the mood and super confused.

Should i write about book or movie or drama hmm..

A bit boom inside me now is Goblin. Yes, i’m currently watching Goblin. I’m ready to embrace ep. 5 ๐Ÿ™‚

Well, i’m not the up to date type when it come to drama. 

I prefer to wait until the drama finished or when my friends stop talking about it on my TL or real world lol

And i need to get a mood to watch.

So here i am. Watching Goblin while people are already move on lolol 

One thing is, i thought Ji Eun Tak is not a high school student. I thought the Goblin’s Bride would be a so much more older woman. Well, but i love her. She’s very chatty and bubbly. 

Noe, i’m waiting to watch Spidey! Heheh The Spiderman Homecoming. I still need to wait about an hout and half so now i’m sitting in not so beautiful pose inside a donut shop lolol 

Sipping my cold mocha espresso and my Oreology donut. Yup, they named the donut that. Donut with Oreo on top. :p

Hm, i thought the new cafe next door was ready to accept a customer but apparently, they’re not. Not yet. I need to wait. So i prefer the donut shop. 

Wow, i’m rambling a lots XD

Then here it is, back to back part 2 from Aya na ture website.

5th collection 


6th collection (still my fave!)


7th collection


8th collection.


Haahh~ i should remove the aya na ture’s link from my fave links since the website is already gone. 

Later.

Gonna remove that. ๐Ÿ™‚

Bye. 

Enjoy your evening and maybe with a cup of coffee plus donut too ๐Ÿ™‚ 

Photos Credits : aya na ture.jp (no longer exist now) T_T

-elle- 

Summer

July! 

Summer has just begun!!! ๐Ÿ˜Š

Shall we catching up some of the updates?

First.

From momma U’s Nau.

She bought hydrangea seeds and it seems the hydrangea grow up well. 

White hydrangea like this photo. ( this one is from her old blog) 

And she wrote that right now, Montessori education is really popular in Japan. 

If you want to know about Montessori education, please check this Montessori Education

Apparently, Momma U is also attended a Montessori school when she was in kindergarten.

She went into kindergarten earlier than her friends. She spend three years there. She said she loves makes steamed bread. (Now we know, she has interest on bread since she was really young ne) 

She’s also now a bit struggling to decide which kindergarten that suitable for her son. Yes. The banana prince is ready to enter kindergarten next year.

She does some kind of skinship strenghten week. Hm, i have no idea about that but she wrote that is for her children. They keep stick together. I think that is also for strengthten the bond between parents and their children.

There are times where she plays tag game at home with her children. She chase them (her daughter is crawling) and the one who get caught, will receive punishment. What kind of punishment? Tickle punishment. Lol

She goes out every morning with her son. They take a walk or ride the bus to do some errands. She said (perhaps because now is summer and the weather is hot) lots of changing clothes and lots of washing. 

I forgot another updates ๐Ÿ˜…

And then, from Tetsuya-sama.

I loveeeee this photo! 

I love his casual style. So simple! ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

And of course! He’s supa hansamu lol

He’s going to release 15th anniversary live blue-ray and dvd and live photobook too.

Hm, what else!? 

Me.

Recently, i watched ‘Britney Ever After’ and now, i’m addicted to Britney all over again. Lol

Kind od Britney fever haha

I’m listening her music and watching her MVs.

Oh, a very hot news too.

I read that on Twitter this morning.

Congratulations! SongSong couple!

Song Hye Gyo and Song Joong Ki.

I’m not their fans. I also never watch Descendants of The Sun but yeah, i feel happy for them. They have lots of shippers, right?

Now, their fave OTP became real. Congrats! 

Okay. That’s it. 

Good night. Zzzz

Photos Sources : AYANAVI.jp (no longer exist now), @TETSUYA_STAFF

-elle- 

11 Minutes Onlyย 

The Critical Eleven, novel karya Ika Natassa yang kemudian juga turut diangkat ke layar lebar.

Beberapa hari yang lalu, saya juga nonton film yang sudah banyak dinanti para penggemar karya mbak Ika ini. 

Well, saya baru beli buku Critical Eleven ini hanya beberapa hari sebelum filmnya mulai tayang di bioskop tanah air hehe.

Saya agak ngebut baca novelnya and i love it! 

Saya suka banget karakter-karakter di dalam buku itu.

Alur ceritanya sudah mulai bisa saya bayangkan jika diangkat ke layar lebar. Plus endingnya yang buat saya, endesssss banget!!!! Hehe

Pas banget untuk scene penutup di film. ๐Ÿ™‚ 

Here it is, a bit summary of Critical Eleven.

Ale dan Anya bertemu di dalam pesawat dalam perjalanan mereka menuju Sydney. Singkat cerita, mereka akhirnya jadi deket, jadian, dan menikah.

They have a ‘perfect’ and happy life. Pernikahan yang bahagia, karir yang mapan, ditambah akhirnya kehadiran calon bayi laki-laki mereka, Aidan.

Tapi tidak selamanya segala sesuatu akan sesuai bayangan kita. Ada hal-hal tak terduga yang kadang menghampiri kita. Baik itu hal yang menambah bahagia atau mungkin hal yang justru merenggut kebahagiaan kita.

Itu pula yang akhirnya menimpa Ale dan Anya. Hal yang akhirnya membuat dunia sempurna dan bahagia mereka berjungkir-balik. 

They’re struggling and they fight real hard to be able to survive and bring back their happy life. ๐Ÿ™‚ 

No spoiler from me lol sorry! 

Okay! Done with the book, let’s take a look at the movie.

โ€‹

The truth is i didn’t fall in love immediately with the movie. 

Di scene-scene awal terutama. Adegan yang saya gadang-gadangkan untuk ditonton adalah scene pertemuan Ale dan Anya di dalam pesawat.

Tidak bermaksud membandingkan namun saya jauh lebih cinta pertemuan awal mereka di dalam buku. So sweet, simple, pas pokoknya! 

Agak sulit rasanya membuat diri saya sendiri untuk tetap fokus mengikuti adegan-adegan awal antara Ale dan Anya. 

It’s not that i hate their romanticism but it’s just simply. I’m not enjoying them that much ๐Ÿ™‚ 

Saya justru tergugah dan amat sangat intens mengikuti jalan cerita serta kualitas akting Adinia Wirasti dan juga Reza Rahardian saat krisis mulai menimpa keluarga kecil mereka.

So intense, deep, and very emotional.

I love how Adinia Wirasti portraying Anya in the movie. โค

In book, i’m Ale’s team. In the movie, thanks to Ms. Wirasti, i’m falling in love completely with Anya! 

With her determination, struggles, happiness, strength. 

As for Ale, somehow, i miss the Ale, a coffee lover, great barista, also so crazy about kacang atom lol 

Bukan berarti, saya mempermasalahkan akting atau cara Reza menyajikan Ale. Hanya, somehow, saya kehilangan beberapa elemen Ale yang justru sepanjang saya membaca bukunya, saya bayangkan, bahwa Reza is a perfect fit for that role. 

Anyway! Hal lain yang saya tangkap dari film ini adalah, sekalipun menyajikan banyak elemen romantis, lovey-dovey nya Anya-Ale tapi sebetulnya bukan melulu romance!

Hal yang amat menyentuh dan menggugah hati saya adalah, tekad Ale dan Anya untuk mempertahankan kebahagiaan mereka.

They’re amazing persons, and no matter what, they’re willing to try. 

They get back at their feet when the world is crumble around them. They’re almost losing hope, they feel sadness, they experience deep grief.

But once again, Ale and Anya just never give up. Even if one of them is so desperately losing sight.

They work hard and do their best! Mereka menghadapi persoalan dan saling menguatkan. Mereka berhenti berlari dan tidak lagi saling menghindar.

Dengan cara itulah, meskipun sulit dan sakit, Ale dan Anya berhasil menemukan dan membangun kebahagiaan mereka kembali. Bahkan, mereka juga mendapatkan hadiah lain dari kehidupan ๐Ÿ™‚ 

I’m satisfied with the ending. ๐Ÿ™‚ 

Are you curious now?

Go to closest cinema and enjoy this movie! 

Good day all~

Photo Source : Adinia Wirasti Official IG

-elle- 

Inferno

It’s Doctor Strange’s week but I want to write a bit about Inferno.

Gonna watch the doctor next week XD

So, here is a brief summary.

Robert Langdon terbangun di sebuah rumah sakit dengan ingatan super samar   mengenai apa yang sudah terjadi pada dirinya sehingga dia harus berakhir di rumah sakit.

Dr. Sienna Brooks yang merawatnya pun kemudian turut terlibat dalam Pengejaran sengit di antara berbagai pihak yang sama-sama memburu Langdon.

Mereka kemudian diketahui mengincar senjata  pemusnah masal yang diciptakan oleh ilmuwan jenius, Zobrist, untuk memusnahkan sebagian umat manusia karena dipercaya bahwa pertumbuhan manusia yang terlalu banyak Dan cepat, sangat berpengaruh kepada kondisi dunia yang semakin buruk.

Keberadaan senjata pemusnah masal berbentuk patogen itu hanya dapat diketahui dengan memecahkan kode atau teka-teki yang dibuat oleh Zobrist.

Zobrist yang merupakan fans Dante, memilih untuk menggunakan Puisi karya sang penyair, yaitu Inferno untuk menyembunyikan petunjuk keberadaan patogen berbahaya ciptaannya.

Langdon kemudian menyadari bahwa petunjuk awal tersebut, berada di tangan nya Dan walaupun masih tidak terlalu yakin akan berbagai hal yang menimpa dirinya, ingatan yang kabur, mana pihak lawan atau kawan, namun dia Dan Sienna berpacu dengan waktu Dan berusaha keras memecahkan teka-teki Zobrist yang membuat mereka berpindah dengan cepat ke berbagai tempat bersejarah penuh karya Seni agung serta terbang mengunjungi beberapa negara. 

Apakah Langdon Dan Sienna akan berhasil memecahkan kode yang diciptakan Zobrist Dan mencegah pemusnahan masal umat manusia? 

I’ll save the answer. Karena mungkin di antara kalian ada yang belum menonton atau membaca buku Inferno karya Dan Brown ini. ๐Ÿ™‚

Oke! Kali ini mengenai filmnya.

โ€‹

Well, how should I say this?

Menurut saya pribadi sih, filmnya tidak memberikan kesan tertentu apalagi bikin saya excited sepanjang menonton film.

Flat. Dunno why.

Dulu sebelum filmnya rilis, saya antusias sekali tapi saat menonton filmnya, semua rasa antusias itu menghilang begitu saja.

Saya duduk di bioskop, mengikuti jalan cerita yang terpampang, bak kembali membaca ulang bukunya. No more no less.

Alur ceritanya cepet sih Dan ada beberapa scene yang lumayan intens tapi selebihnya, saya merasa durasi film ini lambat sekali.

Mungkin karena saya sudah terlanjur baca buku Dan semua kartu sudah saya ketahui? Sehingga saya tidak tahu apa yang saya harapkan lagi dari film ini. *Sigh*

Sehabis filmnya selesai pun, saya Dan temen masih sibuk diskusi soal apa yang kurang dari Inferno.

We both are not impressed.

Baru Kali ini saya nonton Langdon series dengan hati datar. 

Da Vinci Code atau Angel and Demon saja masih bikin saya excited mengikuti film hingga tuntas. Inferno engga bisa bikin saya kayak gitu.

Well, nonton Inferno ini, untuk saya, lebih ke untuk memvisualisasikan semua jabaran Dan Brown mengenai berbagai tempat bersejarah, lukisan, topeng kematian Dante, dll.

Bentuk ramping Dan lumayan padat dari bukunya.

That’s my opinion. 

Yang masih penasaran, monggo segera ke bioskop terdekat ๐Ÿ™‚

Okay, that’s all.

Enjoy your Evening.

Bye.

-elle-

Apocalypse

X-Men Apocalypse.

Film paling anyar yang saya tonton minggu ini.

Sebelumnya, sempet ragu untuk kembali menonton film superhero setelah saya kecewa berat sama Civil War.

Well, ternyata X-Men engga mengecewakan. Selalu keren Dan bikin saya anteng nonton โค

Cerita, cast, effect. Perfect buat saya.

X-Men Apocalypse memaparkan kisah pada tahun 1980 an. Momen di mana Erik Lannsherr (Magneto) akhirnya menjalani 'hidup normal' dengan membangun keluarga.

image

Raven (Mystique) masih berkelana ke seluruh penjuru dunia untuk menyelamatkan para mutant, Professor X juga masih terus mengajar di akademi.

FYI, di era ini, Scott, Jean, dkk masih remaja Dan masih belum meyakini bagaimana caranya mempergunakan kekuatan yang mereka miliki.

Scott Dan Jean bahkan sempat ragu dan takut akan kekuatan mereka.

Untunglah Scott diyakinkan oleh sang kakak untuk belajar Dan berada di bawah bimbingan professor X hingga diberi sunglasses spesial yang akan menjadi trademarknya kelak.

Film dibuka dengan scene megah berlokasi di Mesir. Dimana sebuah upacara besar tengah berlangsung.

Rakyat Mesir memuja seorang dewa yang dijuluki En Sabah Nur. Ternyata En Sabah Nur bukanlah dewa asli, melainkan mutant tertua yang pernah ada di muka bumi.

Dengan kata lain, dia adalah salah satu nenek moyang para mutant.

Singkat cerita, dia tertimbun reruntuhan piramida raksasa selama ribuan tahun karena pemberontakan beberapa tentara Mesir yang mengetahui kedok palsu mutant jahat ini.

Di tahun 1980 an lah, akhirnya dia bangkit kembali Dan mulai melakukan perekrutan para mutant muda dengan tujuan ingin menghancurkan seluruh peradaban modern manusia yang terlalu tergantung kepada teknologi Dan mesin serta menjadikan dirinya kembali disembah sebagai dewa.

Dia berhasil merekrut Magneto serta menculik Dan berusaha mendapatkan kekuatan telepati yang dimiliki oleh professor X.

Dimulailah kembali pertarungan sengit antara para mutant muda dengan leluhur mereka.

I won’t talk any further.

Monggo nonton saja langsung ๐Ÿ™‚

The point is When the older one just messed up, the young one will rise and shine and re built everything ๐Ÿ™‚ nice movie

The elder one has vast knowledge but sometimes losing the path and the youngest just full of doubts but never losing their courage ๐Ÿ™‚

PS. Love love love James McAvoy with his semi long hair โค

And the ost is cool too ๐Ÿ™‚

Film yang pas segalanya buat saya. Drama, action, humor.

Oh di film ini pula kita bisa tahu bagaimana awal mula rambut professor X bisa tercukur habis.

Happy watching!

Point : 8/10

Good night all~

-elle-

Spectre

Latest movie of 007.

Saya udah Mayan lama nunggu film ini rilis di Indonesia. Walaupun bukan fans hard core, Dan engga semua filmnya saya lahap, tapi 007 movies, selalu jadi salah satu tontonan favorit. โค

And then what about Spectre?

Untuk saya, film ini bisa disebut spektakuler dari segi sinematografi namun plotnya kurang geregetan buat saya.

Engga ada elemen yang memberi kejutan. Namun sangat tertolong berkat berapa wah nya film ini disajikan.

Secara pribadi, saya pikir Spectre adalah film yang kembali menampilkan Bond yang selama ini saya kenal.

A man in mission, action, with his usual style.

Setelah tiga film sebelumnya yang juga dibintangi oleh Daniel Craig, yang bikin saya sempet ‘lost’ mencari di mana sosok Bond sebelumnya berada. Terutama film Quantum of Solace yang engga berasa Bond banget buat saya ^^;;;;;

Thanks to Spectre, akhirnya I got my usual Bond hehe

wpid-spectre_poster.jpg

Oh Dan untuk yang belum menonton film ini, mungkin lebih baik, tonton ulang dulu tiga film sebelumnya karena film ini mengungkap banyak hal Dan kaitan dari ketiga film itu.

Yeah Dan saya sempet clueless saat mengingat-ingat beberapa tokoh atau plot lama yang diungkap kembali.

BTW saya suka sama Ralph Fiennes as M hehe juga poin lainnya adalah hadirnya si bengis Andrew Scott yang sebelumnya menghias Sherlock as Moriarty.

Well, saya engga terkesan sih sama karakternya di Spectre. Somehow, dia malah jadi another Moriarty tapi dalam versi yang jauh lebih manis Dan kurang bengis.

Satu hal lain yang bikin saya jatuh cinta sama Spectre adalah si cantik Lea Seydoux.

Saya langsung ngeh sama mukanya, karena sebelumnya dia tampil di film MI.

Dunno why tapi baru kali ini saya bener-bener suka sama Bond girl. Dan saya pikir she’s the woman for him. Bukan hanya soal looks tapi dari background Dan karakter, they’re perfect match ^^

Saya suka opening scene nya, ost juga ga kalah keren. Sam Smith – writings on the wall.

Monggo Cek.

Saya suka scene awal saat Bond sedang berasa di Spanyol. Keren. Love his suit hehe

Buat yang penasaran, silakeun segera ke bioskop terdekat. Hanya saja, harus bersiap, karena durasi film ini memang lumayan panjang.

Terakhir! Ini hal yang bikin saya miris.

Kenapa sih para orang tua engga bisa menahan diri buat bawa anak-anak di bawah umur nonton film ini!?

Saat saya nonton, lumayan banyak ortu yang bawa anak kecil untuk turut menikmati Spectre.

Duh, Bond kan bukan keluaran Disney, bukan temen Elsa Frozen. Sejak kapan rating D jadi tontonan semua umur!?

Kalopun pihak bioskop juga engga disiplin dalam menerapkan aturan rating ini, ya para ortunya dong yang sadar Dan pilih-pilih tontonan buat anaknya.

Saya harap, saya engga perlu lagi melihat anak-anak menonton film dewasa di bioskop. Ugh.

Okay, that’s it!

Saya kasih poin 8 buat sinematografi dll.

Hm tapi 6 aja buat cerita.

Good day all~

Photo Source : wikipedia

-elle-