A Moment With Chrisye

Saya baru saja selesai menyeka air mata beberapa saat setelah film Chrisye selesai dan lampu menyala.

Rada malu sih tapi apa daya, ada beberapa adegan yang bikin terharu dan puncaknya, di adegan menjelang akhir film.

Hari ini saya memutuskan untuk menonton film Chrisye. 

Berawal dari iseng dan penasaran walaupun dalam hati masih ganjel, karena yang memerankan Chrisye adalah Vino ^^v

Well, seiring dengan menatap adegan demi adegan, saya terbawa dan sangat menikmati karakter yang Vino hayati. 😊

I know Chrisye is legend. His voice is one in million. My momma is his big fans. I’m enjoying his songs. Thanks to my momma! 

I only know him a little! And this movie is already take me to see him a little more better.

Film ini menceritakan berbagai potongan penting dalam kehidupan Chrisye. 

Saya melihat banyak sisi dari beliau.

Bapak dan suami yang bertanggung jawab, dan tanggung jawab itu bukan sekedar kata. 

Chrisye membuktikan semampu yang dia lakukan sepanjang hidupnya. Dia kepala rumah tangga, suami yang juga turut serta menjadi manajer keuangan di rumah. Tidak segan membantu pekerjaan rumah. Bapak yang perhatian dan penyayang.

Melihat rumah tangga Chrisye yang diangkat di film ini, bikin saya membatin, ‘well, that’it! That’s what i really want for my own future home!’.

Someone who can be a partner. Not a boss. Seriously! I feel like if i could meet someone who has responsibility like him, i could feel at ease to be his wife. 

I’m not afraid with difficulties in marriage because i know i’m not fighting alone. I have a dependable and trusted partner for whole life.

As a musician, he’s full of doubts. Dia meragukan segalanya. Dia tidak percaya diri, tidak nyaman, hidup dalam lingkungan yang membuat jiwanya resah. 

Dia punya bakat, dia punya suara, karir dan album rekaman sukses walaupun banyak kesulitan menghadang, semua orang memujinya but still he feels that something is missing from his life, from his heart. 

Di tengah keresahannya, dia tidak pernah berhenti mencari dan dia memilih untuk selalu berhubungan dengan Tuhan. 

Manusia tidak bisa membantu dan dia mencari jawaban pada Tuhan. 

Tuhan memberikan jawaban itu lewat tangan Taufik Ismail. Lewat lagu yang berjudul ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ yang merupakan terjemahan surat Yaasin. 

Adegan puncaknya adalah saat Chrisye merekam lagu itu. I feel like God speaks to him directly. That’s why he can’t do the recording smoothly. He keeps crying over and over again. (Yeah, i was crying too).

I mean, when God speaks to you with His way, you just can’t denied it. He talks to you directly. He touch your heart and give you His blessing.

(I almost cry again now)

And Chrisye finally found his inner peace.

Film ini, seperti yang sudah saya tulis di atas, menceritakan potongan-potongan. So, i can’t see it as a whole. 

Potongan-potongan yang terpapar cukup lama di layar bioskop. Saya suka akting Vino walopun saat harus lipsync, masih rada ganjel karena engga pas heheh

Dan Velove Vexia. She got the vibes of Damayanti Noor! Seriously! Dia cocok untuk peran itu. 

Other things is dari awal hingga akhir film, Velove keliatan cantikkkkkkkk banget lol apapun adegannya. Plus saya salfok sama lipstik nya Velove. Nice! Warnanya itu loh. 😍

Hm semua pemeran pendukungnya juga saya suka. And who knows that Andi Arsyl bisa jadi Erwin Gutawa!? Heheh pas ternyata ya. 

Habis ini, kayaknya playlist bakal penuh lagu Chrisye nih hehe. And seriously, saya kangen banget masuk ke toko musik, beli kaset, CD, DVD. 

Meeennnnn, sekarang di mana saya bisa jalan di antara rak-rak berisi rilisan fisik di Bandung!?? Sedih saya, toko musik gulung tikar 😒

Saya hampir lupa. Gimana caranya masukin kaset ke dalam tape huks. 

Okay! Kalo penasaran, bisa liat trailer officialnya dulu 😘

Chrisye Official Trailer

Saya ga sempet nyari piku poster ato foto poster film ini di bioskop πŸ˜…

Sorry! 

Go to the nearest cinema and enjoy a moment with The Legend 😊

Enjoy your evening, guys. 

PS. I feel like my mind has been cleared from watching this movie. I won’t tell you why lol

Bye~

-elle- 

Advertisements

DecemberΒ 

Full of random things from me πŸ˜…

Recently i’m craving for sweets and cheese.

Well it’s not sweets but full of cheese and beef bacon.

I’ve been crazy about zumba. Now i feel that my blood circulation is improving. I don’t know how to explain it well but recently i just realized that work out is good for body. Definetely 😊

What else!? 

Oh my favorite bag recently. I need a new bag and then the bag came to me, perfectly fit! Lol 

I eat too much chicken and french fries that’s why i never leave my zumba class πŸ˜†but seriously, i love french fries so much!!!

I challenge myself to eat new menu from famous fast food resto.

Their choco chicken is not that bad. Well how to describe it? 

Chicken and chocolate might not a perfect combo but my tummy accept it pretty well.

You gotta taste 3 layers of flavour; sweetness of choco, a bit spicy, and the usual taste that come from the fried chicken itself. 

Tapi yang paling saya ga suka adalah saat saus cokelatnya nempel di jari-jari tangan. Tahu kan, gimana tekstur kalo cokelat meleleh pas kita makan dan nempel di jari? 

Yep, lengket dan ga nyaman. 

Ayam saus cokelat ini ga matching kalo dimakan sama nasi. Kalo sama kentang, masih lumayan lah. 

Well, tetep sih, buat saya, menu baru ini bukan menu yang direkomendasikan πŸ˜…

Saya udah makan sekali dan ga berminat untuk makan lagi kedua kalinya πŸ˜…

Oh. Saya juga udah nonton Murder on The Orient Express.

I was over excited dan sempet deg-degan sih karena biasanya kalo filmnya bertabur terlalu banyak ‘bintang’ hasilnya engga akan terlalu berkilau.

Itu juga yang saya rasakan dari film ini. I was sligtly dissappointed. Buat saya, agak flat. πŸ˜… 

Tapi terpuaskan karena udah engga penasaran lagi sama filmnya. Rencananya sih mau nonton juga film yang versi 1974. 😊

Dannn saya udah lama ngincer buku Big Little Lies nya Liane Moriarty tapi sampe sekarang belum dapet juga. 

Sebagai gantinya, saya beli buku Liane yang berjudul ‘Truly Madly Guilty’. We’ll see. 

Saya juga melengkapi koleksi buku Agatha Christie lagi bulan ini. Another Papa Poirot Case. 

Appointment With Death. 

Baru saya baca setengah jalan 😁

I really wanna have free time to read. Akhir-akhir ini, susah banget buat bisa baca buku dengan santai. 

Last thing.

I drink too much Thai tea, milk tea, and Teh Tarik πŸ˜‚

Udah empet sih tapi ga brenti juga minum tiga minuman itu lol

Bye all~

Enjoy your last month this year. 

-elle- 

Happy Birth, err Death Day

How does it feel to rewind you life over and over again on your very special day, like birthday? 

We can see it through this movie.

My choice this week is the latest mystery/thriller movie titled [Happy Death Day].

Let’s take a look at a brief synopsis πŸ™‚ 

Tree adalah mahasiswi populer di kampus. Suatu pagi, dia terbangun di kamar asrama dengan hang over parah setelah pesta semalam suntuk.

Mahasiswa yang menolongnya, Carter, menjelaskan pada Tree apa yang telah terjadi di malam sebelumnya. Namun Tree tidak terlalu mempedulikan keberadaan atau pun pertolongan Carter.

Dia memilih untuk bergegas kembali ke asramanya. Sesampai di asrama, Tree menerima kejutan kecil dari Lori, teman sekamarnya, berupa cupcake ulang tahun lengkap dengan sebatang lilin di atasnya.

Yup, hari itu adalah hari ulang tahun Tree. Namun Tree tidak mempedulikan kejutan Lori dan bergegas masuk kelas karena dia sudah terlambat.

Usut punya usut ternyata Tree menjalin affair dengan sang dosen yang sudah menikah. Affair itu memuluskan Tree untuk mendapatkan nilai bagus dalam mata kuliah sang dosen.

Malam hari pun tiba. Tree yang mendapat undangan pesta, bergegas pergi. Di tengah perjalanannya menuju tempat pesta, dia bertemu dengan gerombolan mahasiswa penggemar football tim universitas mereka. Salah satunya, mengenakan pakaian berwarna gelap lengkap dengan topeng maskot tim football yang serupa dengan wajah bayi tapi terlihat menyeramkan. 

Tree tidak terlalu memperhatikan gerombolan tersebut. Dia hanya meneruskan perjalanannya menuju lokasi pesta. 

Namun langkahnya terhenti saat dia sampai di depan terowongan kecil yang sepi. Tree mendengar alunan lagu ‘Happy Birthday’ dari semacam music box yang diletakkan di tengah-tengah terowongan.

Tree mengira bahwa itu adalah kejutan dari teman-temannya. Namun dia salah menduga, saat dia tengah asyik memperhatikan music box tersebut, muncullah sosok bertopeng yang sebelumnya dilihat Tree bersama gerombolan fans football.

Sosok itu menyerang dan kemudian berhasil membunuh Tree.

So what happen next? 

Well, Tree tidak mati. At least, belum, karena ternyata saat dia tersadar, dia kembali berada di….yup! Asrama Carter! Dan Tree mengulang kembali hari ulang tahun, sekaligus hari kematiannya itu.

Tree histeris dan panik, berusaha mencari jawaban sebisa mungkin mengenai mengapa dia bisa mengulang hari.

Namun seiring dengan hal tersebut, ternyata si pembunuh bertopeng pun juga terus mengulang pembunuhannya pada Tree.

Setiap kali Tree mengulang hari, metode pembunuhan pun turut berbeda. Seiring dengan plot yang juga berbeda. 

Walaupun pada mulanya Carter tidak mempercayai pengalaman Tree, tapi akhirnya mereka berdua berusaha memecahkan misteri bersama. 

Tree stress dan tertekan namun di sisi lain, dia seolah menikmati setiap hari yang terulang.

Hari baru, pengalaman baru, kesempatan baru, dia menghadapi beragam plot, bisa salah atau benar.  Dia hidup kemudian mati dan hidup kembali. Berjuang menemukan si pembunuh sekaligus perlahan memahami dan memperbaiki hidupnya sendiri. 

Tree melakukan apapun yang disukainya termasuk hal gila karena dia tahu pada hari berikutnya, selama sang pembunuh belum tertangkap, maka tidak akan ada seorang pun yang mengingat apa yang Tree lakukan sebelumnya. 
Film ini sebetulnya tidak memberikan banyak kejutan buat saya karena saya lumayan sering nonton film bergenre sejenis.

Malah saya sempet was was sih, apakah worthed nonton ke bioskop untuk film ini. πŸ˜…

Tapi ternyata, mungkin karena saya hobi nonton film bergenre misteri atau thriller, saya menikmati Happy Death Day.

Film ini serasa mengingatkan saya akan film thriller remaja jaman saya masih es em pe atau es em a. Lol

Misalnya Scream, I Know What You Did Last Summer, plus Halloween.

I really miss those movies dan Happy Death Day memuaskan kerinduan saya akan vibe film-film yang saya sebutkan tadi. 

Jadi, menurut saya sih Happy Death Day tontonan yang pas untuk bulan Halloween ini. 

PS. Saya liat kemarin ada orang tua yang bawa anak yang masih di bawah umur. Ini bukan genre yang pas untuk anak-anak. Isinya tidak sesuai untuk mereka. So please be careful. 

Curious about the movie? 

Here it is the trailer : 

Official Trailer

And i love one of the soundtrack. Demi Lovato-Confident ❀

Demi Lovato Confident MV

Enjoy the movie! 

Night all~

Photo Source : Jessica Rothe Official IG

Videos Sources and Credits : Universal Pictures UK, Demi Lovato Vevo

-elle- 

Orient Express

I have loved Agatha Christie for a long time and yes, i’ve collected her books especially Papa Poirot cases πŸ˜™

This time i’ll write about [Murder On The Orient Express]

This is the 2017 latest cover edition in Indonesia 😍😍😍

And i super love it!!!!

The cover itself for me, is really represent the story πŸ™‚ 

Now, a bit summary. 

Setelah melakukan perjalanan di Suriah, detektif Hercule Poirot hendak bermalam di Hotel Totkalian. Namun saat sampai di hotel tersebut, Poirot mendapatkan pesan yang berisi perintah untuk membatalkan perjalanannya dan kembali ke London secepatnya.

Poirot kemudian menaiki kereta Orient Express sekalipun pada awalnya dia tidak mendapatkan tempat tidur di gerbong kelas satu.

Rupanya kereta itu begitu penuh di hari yang biasanya tidak lazim orang-orang dari berbagai negara melakukan perjalanan dengan kereta api tersebut.

Setelah mendapat bantuan dari temannya yang juga merupakan petinggi di kereta api, Monsieur Buoc, Poirot pun berhasil mendapatkan kamar di gerbong kelas 1. 

Gerbong yang penuh, penumpang yang terdiri dari berbagai warga negara, membangkitkan minat Poirot untuk mengamati mereka satu per satu. 

Sesaat setelah makan malam, seorang lelaki bernama Ratchett mendatangi Poirot dan tanpa ragu meminta bantuan  detektif terkenal itu untuk melindungi dirinya dari seseorang yang bermaksud membunuhnya. 

Orang tersebut sudah beberapa kali mengirimkan ancaman serupa dan Ratchett merasa khawatir akan keselamatan dirinya. Namun tanpa diduga, Poirot langsung menolak permintaan Ratchett karena intuisinya mengatakan bahwa Ratchett bukanlah seseorang yang patut dilindungi.

Di malam yang sama, saat Poirot baru saja tertidur, dia mendengar kegaduhan dari dalam ruang tidur yang ditempati Ratchett yang memang berada tepat di sebelah kamar Poirot.

Namun setelah beberapa saat, kegaduhan itu teratasi. Saat Poirot mengintip dari balik pintu, sekilas dia melihat seorang wanita tengah berjalan di ujung lorong dengan mengenakan kimono tidur bergambar naga. 

Walaupun merasa heran namun Poirot kembali meneruskan tidurnya. Keesokan harinya, detektif Belgia itu menyadari bahwa kereta api yang ditumpanginya terhenti karena terhalang timbunan salju.

Hal itu menimbulkan rasa cemas dan kesal dalam diri para penumpang karena mereka bisa tertahan hingga berhari-hari lamanya tanpa bisa mengirim telegram pada orang yang menanti mereka di tempat tujuan masing-masing.

Namun ternyata selain timbunan salju, ada hal lain yang lebih besar yang menanti para penumpang termasuk Poirot. 

Ratchett tewas terbunuh di kamarnya. Ada dua belas luka tusuk yang berhasil diidentifikasi oleh seorang dokter asal Yunani yang juga turut serta di dalam kereta.

Luka tusuk tersebut tampak tidak konsisten karena sebagian menusuk begitu dalam dan kuat namun beberapa tampak begitu dangkal dan lemah.

Penyelidikan Poirot pun dimulai dengan memanggil para saksi yaitu penumpang, satu per satu untuk diinterogasi.

Poirot juga memeriksa kamar serta bawaan mereka. 

Setelah serangkaian penyelidikan, interogasi, pengunpulan fakta dan bukti, tabir pembunuh Ratchett pun terkuak.

Well, i won’t spill the spoiler here 😜

I’ll let you enjoying the ride on the Orient Express all by yourself. Lol

Hm, talking about the ending and the plot. The plot made me confused and i just can’t get the right culprit lol 

Even though i’ve been reading this book long time before but i completely forgot the whole stories lol 

I only remember vaguely about a man named Kol. Arbuthnot and the woman in dragon kimono πŸ˜…

And yes, i was surprised when i found out the real culprit!!!

It’s just that yes, i went through almost perfect, full of tragedy drama with Papa Poirot. 

A miserable stories when everything camr up to the surface. 

But seriously, even though Ratchett is an evil but that doesn’t mean his killer should set free right? 

I just thougt that for whatever reason, killing someone brutally is not the right thing. 

So i feel really upset somehow when i read the ending. 

That’s my thought.

Dannn bulan November mendatang, Murder On The Orient Express akan dirilis dalam bentuk film πŸ˜€

Film ini dibintangi oleh Johnny Depp, Daisy Ridley, Kenneth Branagh, Michelle Pfeiffer, Judy Dench, dll.

Hm, kalau filmnya rilis, saya engga akan melewatkan untuk menonton. It’s a must!!!!

We’ll see πŸ™‚ 

Okay, good day people!! 

-elle- 

Back to Back Part 2

I wanna write something but still not quiet get the mood and super confused.

Should i write about book or movie or drama hmm..

A bit boom inside me now is Goblin. Yes, i’m currently watching Goblin. I’m ready to embrace ep. 5 πŸ™‚

Well, i’m not the up to date type when it come to drama. 

I prefer to wait until the drama finished or when my friends stop talking about it on my TL or real world lol

And i need to get a mood to watch.

So here i am. Watching Goblin while people are already move on lolol 

One thing is, i thought Ji Eun Tak is not a high school student. I thought the Goblin’s Bride would be a so much more older woman. Well, but i love her. She’s very chatty and bubbly. 

Noe, i’m waiting to watch Spidey! Heheh The Spiderman Homecoming. I still need to wait about an hout and half so now i’m sitting in not so beautiful pose inside a donut shop lolol 

Sipping my cold mocha espresso and my Oreology donut. Yup, they named the donut that. Donut with Oreo on top. :p

Hm, i thought the new cafe next door was ready to accept a customer but apparently, they’re not. Not yet. I need to wait. So i prefer the donut shop. 

Wow, i’m rambling a lots XD

Then here it is, back to back part 2 from Aya na ture website.

5th collection 


6th collection (still my fave!)


7th collection


8th collection.


Haahh~ i should remove the aya na ture’s link from my fave links since the website is already gone. 

Later.

Gonna remove that. πŸ™‚

Bye. 

Enjoy your evening and maybe with a cup of coffee plus donut too πŸ™‚ 

Photos Credits : aya na ture.jp (no longer exist now) T_T

-elle- 

Summer

July! 

Summer has just begun!!! 😊

Shall we catching up some of the updates?

First.

From momma U’s Nau.

She bought hydrangea seeds and it seems the hydrangea grow up well. 

White hydrangea like this photo. ( this one is from her old blog) 

And she wrote that right now, Montessori education is really popular in Japan. 

If you want to know about Montessori education, please check this Montessori Education

Apparently, Momma U is also attended a Montessori school when she was in kindergarten.

She went into kindergarten earlier than her friends. She spend three years there. She said she loves makes steamed bread. (Now we know, she has interest on bread since she was really young ne) 

She’s also now a bit struggling to decide which kindergarten that suitable for her son. Yes. The banana prince is ready to enter kindergarten next year.

She does some kind of skinship strenghten week. Hm, i have no idea about that but she wrote that is for her children. They keep stick together. I think that is also for strengthten the bond between parents and their children.

There are times where she plays tag game at home with her children. She chase them (her daughter is crawling) and the one who get caught, will receive punishment. What kind of punishment? Tickle punishment. Lol

She goes out every morning with her son. They take a walk or ride the bus to do some errands. She said (perhaps because now is summer and the weather is hot) lots of changing clothes and lots of washing. 

I forgot another updates πŸ˜…

And then, from Tetsuya-sama.

I loveeeee this photo! 

I love his casual style. So simple! 😍😍😍

And of course! He’s supa hansamu lol

He’s going to release 15th anniversary live blue-ray and dvd and live photobook too.

Hm, what else!? 

Me.

Recently, i watched ‘Britney Ever After’ and now, i’m addicted to Britney all over again. Lol

Kind od Britney fever haha

I’m listening her music and watching her MVs.

Oh, a very hot news too.

I read that on Twitter this morning.

Congratulations! SongSong couple!

Song Hye Gyo and Song Joong Ki.

I’m not their fans. I also never watch Descendants of The Sun but yeah, i feel happy for them. They have lots of shippers, right?

Now, their fave OTP became real. Congrats! 

Okay. That’s it. 

Good night. Zzzz

Photos Sources : AYANAVI.jp (no longer exist now), @TETSUYA_STAFF

-elle- 

11 Minutes OnlyΒ 

The Critical Eleven, novel karya Ika Natassa yang kemudian juga turut diangkat ke layar lebar.

Beberapa hari yang lalu, saya juga nonton film yang sudah banyak dinanti para penggemar karya mbak Ika ini. 

Well, saya baru beli buku Critical Eleven ini hanya beberapa hari sebelum filmnya mulai tayang di bioskop tanah air hehe.

Saya agak ngebut baca novelnya and i love it! 

Saya suka banget karakter-karakter di dalam buku itu.

Alur ceritanya sudah mulai bisa saya bayangkan jika diangkat ke layar lebar. Plus endingnya yang buat saya, endesssss banget!!!! Hehe

Pas banget untuk scene penutup di film. πŸ™‚ 

Here it is, a bit summary of Critical Eleven.

Ale dan Anya bertemu di dalam pesawat dalam perjalanan mereka menuju Sydney. Singkat cerita, mereka akhirnya jadi deket, jadian, dan menikah.

They have a ‘perfect’ and happy life. Pernikahan yang bahagia, karir yang mapan, ditambah akhirnya kehadiran calon bayi laki-laki mereka, Aidan.

Tapi tidak selamanya segala sesuatu akan sesuai bayangan kita. Ada hal-hal tak terduga yang kadang menghampiri kita. Baik itu hal yang menambah bahagia atau mungkin hal yang justru merenggut kebahagiaan kita.

Itu pula yang akhirnya menimpa Ale dan Anya. Hal yang akhirnya membuat dunia sempurna dan bahagia mereka berjungkir-balik. 

They’re struggling and they fight real hard to be able to survive and bring back their happy life. πŸ™‚ 

No spoiler from me lol sorry! 

Okay! Done with the book, let’s take a look at the movie.

​

The truth is i didn’t fall in love immediately with the movie. 

Di scene-scene awal terutama. Adegan yang saya gadang-gadangkan untuk ditonton adalah scene pertemuan Ale dan Anya di dalam pesawat.

Tidak bermaksud membandingkan namun saya jauh lebih cinta pertemuan awal mereka di dalam buku. So sweet, simple, pas pokoknya! 

Agak sulit rasanya membuat diri saya sendiri untuk tetap fokus mengikuti adegan-adegan awal antara Ale dan Anya. 

It’s not that i hate their romanticism but it’s just simply. I’m not enjoying them that much πŸ™‚ 

Saya justru tergugah dan amat sangat intens mengikuti jalan cerita serta kualitas akting Adinia Wirasti dan juga Reza Rahardian saat krisis mulai menimpa keluarga kecil mereka.

So intense, deep, and very emotional.

I love how Adinia Wirasti portraying Anya in the movie. ❀

In book, i’m Ale’s team. In the movie, thanks to Ms. Wirasti, i’m falling in love completely with Anya! 

With her determination, struggles, happiness, strength. 

As for Ale, somehow, i miss the Ale, a coffee lover, great barista, also so crazy about kacang atom lol 

Bukan berarti, saya mempermasalahkan akting atau cara Reza menyajikan Ale. Hanya, somehow, saya kehilangan beberapa elemen Ale yang justru sepanjang saya membaca bukunya, saya bayangkan, bahwa Reza is a perfect fit for that role. 

Anyway! Hal lain yang saya tangkap dari film ini adalah, sekalipun menyajikan banyak elemen romantis, lovey-dovey nya Anya-Ale tapi sebetulnya bukan melulu romance!

Hal yang amat menyentuh dan menggugah hati saya adalah, tekad Ale dan Anya untuk mempertahankan kebahagiaan mereka.

They’re amazing persons, and no matter what, they’re willing to try. 

They get back at their feet when the world is crumble around them. They’re almost losing hope, they feel sadness, they experience deep grief.

But once again, Ale and Anya just never give up. Even if one of them is so desperately losing sight.

They work hard and do their best! Mereka menghadapi persoalan dan saling menguatkan. Mereka berhenti berlari dan tidak lagi saling menghindar.

Dengan cara itulah, meskipun sulit dan sakit, Ale dan Anya berhasil menemukan dan membangun kebahagiaan mereka kembali. Bahkan, mereka juga mendapatkan hadiah lain dari kehidupan πŸ™‚ 

I’m satisfied with the ending. πŸ™‚ 

Are you curious now?

Go to closest cinema and enjoy this movie! 

Good day all~

Photo Source : Adinia Wirasti Official IG

-elle-