Decemberย 

Full of random things from me ๐Ÿ˜…

Recently i’m craving for sweets and cheese.

Well it’s not sweets but full of cheese and beef bacon.

I’ve been crazy about zumba. Now i feel that my blood circulation is improving. I don’t know how to explain it well but recently i just realized that work out is good for body. Definetely ๐Ÿ˜Š

What else!? 

Oh my favorite bag recently. I need a new bag and then the bag came to me, perfectly fit! Lol 

I eat too much chicken and french fries that’s why i never leave my zumba class ๐Ÿ˜†but seriously, i love french fries so much!!!

I challenge myself to eat new menu from famous fast food resto.

Their choco chicken is not that bad. Well how to describe it? 

Chicken and chocolate might not a perfect combo but my tummy accept it pretty well.

You gotta taste 3 layers of flavour; sweetness of choco, a bit spicy, and the usual taste that come from the fried chicken itself. 

Tapi yang paling saya ga suka adalah saat saus cokelatnya nempel di jari-jari tangan. Tahu kan, gimana tekstur kalo cokelat meleleh pas kita makan dan nempel di jari? 

Yep, lengket dan ga nyaman. 

Ayam saus cokelat ini ga matching kalo dimakan sama nasi. Kalo sama kentang, masih lumayan lah. 

Well, tetep sih, buat saya, menu baru ini bukan menu yang direkomendasikan ๐Ÿ˜…

Saya udah makan sekali dan ga berminat untuk makan lagi kedua kalinya ๐Ÿ˜…

Oh. Saya juga udah nonton Murder on The Orient Express.

I was over excited dan sempet deg-degan sih karena biasanya kalo filmnya bertabur terlalu banyak ‘bintang’ hasilnya engga akan terlalu berkilau.

Itu juga yang saya rasakan dari film ini. I was sligtly dissappointed. Buat saya, agak flat. ๐Ÿ˜… 

Tapi terpuaskan karena udah engga penasaran lagi sama filmnya. Rencananya sih mau nonton juga film yang versi 1974. ๐Ÿ˜Š

Dannn saya udah lama ngincer buku Big Little Lies nya Liane Moriarty tapi sampe sekarang belum dapet juga. 

Sebagai gantinya, saya beli buku Liane yang berjudul ‘Truly Madly Guilty’. We’ll see. 

Saya juga melengkapi koleksi buku Agatha Christie lagi bulan ini. Another Papa Poirot Case. 

Appointment With Death. 

Baru saya baca setengah jalan ๐Ÿ˜

I really wanna have free time to read. Akhir-akhir ini, susah banget buat bisa baca buku dengan santai. 

Last thing.

I drink too much Thai tea, milk tea, and Teh Tarik ๐Ÿ˜‚

Udah empet sih tapi ga brenti juga minum tiga minuman itu lol

Bye all~

Enjoy your last month this year. 

-elle- 

Advertisements

Bills Bills Bills

What is Bills? 

Bills adalah restoran terkemuka yang berpusat di Sydney, Australia. Pendiri sekaligus pemiliknya adalah Bill Granger, a self-taught cook, restaurateur, and food writer.

Bills memusatkan menu makanan mereka pada menu sarapan. Hidangan andalannya antara lain hotcakes dan juga creamy scramble egg.

Selain Australia, Bills juga memiliki beberap cabang resoran. Antara lain di Jepang, Honolulu, dan London.

Mengapa saya membahas Bills hari ini? 

Well, karena beberapa hari lalu, si adek makan di restoran itu dan sharing cerita sama saya. Heheh

Adek lagi traveling ke Tokyo dan dia minta rekomendasi restoran atau cafe yang jadi favoritnya Sakai Ayana. 

Saya ngasih beberapa nama restoran dan kafe. Salah satunya ya Bills ini.

Ayana lumayan sering makan di Bills. Terutama Bills Omotesando. (Bills membuka restoran di beberapa area di Jepang) 

Hidangan favoritnya Ayana kalau berkunjung ke Bills adalah si creamy scramble egg plus hotcakenya. 

Waktu hamil anak pertamanya dulu, Ayana juga ngidam makan di Bills heheh dan kesampean. She was really happy. ๐Ÿ™‚ 

Ok, back to my sister’s experience.

Si adek ngantri selama dua puluh menit untuk bisa dapet tempat di Bills. Yep, she went to Bills Omotesando too. Too bad, Ayana wasn’t there ๐Ÿ˜…

Pengunjungnya memang banyak dan restoran penuh siang itu. She said that everybody was wearing a really fancy clothes while she was wearing a very casual one ๐Ÿ˜† (masih untung ya, diterima masuk resto lol) 

Dia milih banana hotcake dan hot choco milk.

Menurut si adek, tekstur hotcakenya fluffy dan rasanya tidak terlalu manis. Jika ingin manis, kita bisa menambahkan sirup maple. 

Well, she finished her plate in 2 minutes lol 

Over all, si adek engga terlalu puas makan di Bills haha 

She said the taste is so so but she admits that the restaurant atmosphere is really cozy. 

I agree with that. Kalo saya intip dari Instagram Bills, restoran itu dihias banyak furnitur Jean Provรฉ (Tetsuya’s favorite architect and designer!!) 

Mungkin karena itu juga kali ya, Lider sama Ayana suka banget makan di Bills โค

Di restorannya sendiri, kita bisa melihat kursi karya Prouvรฉ yang juga bisa kita lihat di rumah Tetsuya-Ayana ๐Ÿ˜†

Kalo sering mantengin blog Ayana, Tetsuya’s Press, plus karya Provรฉ, kalian pasti langsung ngeh kursi mana yang saya maksud ๐Ÿ˜ƒ

Oh harga makanannya memang tidak murah. 

Hotcake yang kemarin dimakan si adek, harganya 1500 yen. Sementara choco milknya 750 yen. 

Walopun si adek bilang rasanya so so, saya masih berminat kok makan di Bills kalau suatu waktu nanti berkunjung ke Jepang ๐Ÿ˜„

Saya pengen makan signature dishnya plus siapa tahu kan, bisa ketemu Ayana di sana heheh. 

Happy Sunday all~

Photos Credits : ameblo.jp/ayana-sakai/, billsjapan IG

And of course! Thanks a lot to my baby sister! She allowed me to share her photos here ๐Ÿ˜˜

-elle- 

Cold Stone

I have heard about this famous creamery long ago ๐Ÿ˜…

The very first is at Oprah Show. Where Oprah invited the owner and founder of Cold Stone. 

Saya cuma tahu aja sampe situ dan agak tertarik karena es krimnya dipadu dengan topping di atas batu dingin, diaduk-aduk sebelum akhirnya ditempatkan di atas mangkuk wafel.

Saya juga tertarik dengan banyaknya topping yang tersedia; mulai dari cookie crumble sampai permen.

Waktu itu sih, saya belum berminat nyari tahu lagi atau bahkan nyoba Cold Stone karena saya pikir, mungkin es krimnya tidak tersedia di Indonesia lol

Kali kedua saya kembali menatap Cold Stone (menataaappp lol) tidak lain dan tidak bukan adalah dari foto-foto di blog Ayana.

Yup. She and her husband love this ice cream.

Ayana pernah beberapa kali posting foto Cold Stone. 

Her ice cream date is also at Cold Stone shop โค

U chan sempet nulis di Nau, soal Tetsuya yang ngajak dia plus anak-anak buat makan es krim. 

Sayangnya, gerai es krimnya udah tutup pas mereka nyampe. Nah, saya sama salah satu Ayana Furendo mikir kalo gerai es krim yang dimaksud U chan mungkin Cold Stone.

Well who knows. Dia ga pernah nulis jawabannya lol 

Beberapa waktu lalu, saya juga akhirnya ikut nyobain makan Cold Stone. (Mumpung lewat depan gerainya lol dan di Bandung kan kalo ga salah, gerainya engga ada ya) 

Saya lupa milih rasa apa waktu itu (yang saya inget cuma Matcha). Well supaya mirip sama yang dipilih Ayana, tentunya harus pake Waffle bowl nya dong lol 

So how is the taste? 

Hm, buat saya sih so so ๐Ÿ˜…

I don’t know. Nothing special so far lol

I mean from texture, flavour.

Yo weiss. Yang penting udah pernah icip-icip sekalipun bukan yang mirip sama favoritnya Ayana/Tetsuya ๐Ÿ˜†

Well temen saya bilang, pegawai yang kerja di gerai Cold Stone di Jepang, akan bernyanyi saat membuat pesanan es krim kita heheh

So cute! Saya pernah liat videonya di Instagram. The singing clerk. Hanya tersedia di Jepang. Heheh

Take care on these cold days.

Bye~

Photo Source : ameblo.jp/ayana-sakai/ last pic is mine ๐Ÿ˜†

-elle- 

Sakuraย 

The Cardcaptor. 

One of my fave work from Clamp.

I watched Cardcaptor Sakura the anime when i was still err… Junior high? Lol or elementary school?

I don’t know. I don’t remember. ๐Ÿ˜…

But yes, i’m a fan! 

I love how sweet Sakura and Syaoran back then. 

I love Touya and Yukito. ๐Ÿ˜

Can’t forget how sweet Tomoyo is. 

I’m still laughing every single time i see Kero or Cerberus lol 

And i love Clamp’s artwork, their way to presents the story. 

And couple days ago, i found out that a big publisher re release the manga. And so, i just bought them right away lol

So far, they released 5 volume from total 12 volume. Hm, i need to wait patiently ๐Ÿ˜…

Once i read the manga, i’m being charmed by Sakura and the gang lol arrghhh can’t wait to see the resurrection of Yue ๐Ÿ˜

Reading the manga kind of reminiscing my memory about the anime. Slowly, i’m grasping each element, details that i forgot long time ago. 

And now i’m craving for another Clamp’s project lol 

Another thing is, finally! Detective Conan vol. 91 is out! Been long time waiting. 

Also! Agatha Christie’s Murder On The Orient Express!!! With the latest cover ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Just love!!! I love the cover!!! So much!!! And yes, i’ll watch the movie. Next November. Lol 

Meanwhile.

Today’s choices of my ‘little runaway’ from daily routine are….

Hazelnut milk and banana toast with brown sugar and cheese.

A childlike menu i think lol 

It’s okay! 

Once in a while. I can’t choose coffee because i’ve reached my limit today. I drunk 2 cups of coffee and i think my tummy needs a rest lol 

So i choose milk haha 

Gonna spend the evening with my childlike menu also my latest Agatha Christie’s novel ๐Ÿ˜™

Enjoy your evening all~

Cardcaptor Sakura Artwork Source : cardcaptor._.sakura

-elle-  

Coffee

Do i love coffee just because coffee is TREND!? or some kind of popular lifestyle now?


That was my friend’s question since she said she keeps seeing my IG account is full with coffee photos.


I start drinking coffee when i was in college but yeah, i always drink instant coffee.


Very sweet, with cheap price and i enjoyed that.


And then i start challenge myself to drink the black one. Still with sugar. And i found myself, okay, i love the black one now.


And i kind of level up lol

I start to drink the black one without sugar. It was hard (well, until now still very hard especially for the Arabica) but gradually, i can enjoy the taste.

The real charm of black and fresh coffee.

How the aroma of fresh coffee come out from the grinder. Oh i love that smell!!! 

Now, i can’t stand it if someone give me a cup of coffee with too much sugar on it. Or instant coffee. 

I prefer the black one with a little brown sugar for the arabica. With Robusta, i can enjoy it without any kind of sugar.

Sometimes, if i tired with black coffee, i always pick latte or Piccolo. And sometimes, i still drink the instant one.

Especially those brands that i’ve never tasted before. ๐Ÿ™‚ 

Am i a coffee lover?

Absolutely! 

But i’m still an amateur, a newbie inside the coffee world.

I’m not a professional barista or photographer. Lol 

I only found myself enjoying sipping my coffee and taking pictures with my poor attempt. Lol 

I love traditional and local coffee but also i’m very fascinated with the taste from different countries. ๐Ÿ˜

I love coffee. Coffee takes me and guides me to a new place and new taste. 

And am i following the latest trend? 

Hm, i don’t think so! ๐Ÿ˜˜

Good night and enjoy your night with a cup of coffee ๐Ÿ˜Šโ˜•โ˜•โ˜•

PS. Too lazy to dig some photos so i took photo from my IG lol

Night-night ๐Ÿ˜Š

-elle- 

Culinary Days

Lebaran tahun ini, saya ga ikut mudik Dan sebagai gantinya, saya hilir-mudik di kota Bandung tercinta bareng si adek yang ga libur di hari Lebaran.

Ngider sana-sini bukan mau shopping tapi lebih ke nyari makan lol *susah emang nyari makanan di hari Lebaran karena rata-rata yang buka hanya mall saja*

Jadi, akhirnya ya saya plus si adek hobi nangkring di mall pas waktu makan lol

Gak hanya nyari makanan pokok tapi juga snack.

Salah satu snack yang menarik perhatian yaitu ini :

โ€‹

Hi Fries.

French fries yang disiram dengan saus di atasnya Dan sedang hit di Bandung.

Sausnya ada beberapa varian Dan kita bisa mengkombinasikan saus tersebut, tapi terbatas ya hanya boleh dua jenis saus saja. 

Ada saus nori atau rumput laut, garlic, cheese, barbeque, Dan  saus khas Hi Fries yaitu rasa rendang.

Saus nori lebih dominan asin sementara saus garlic atau bawang putih lebih mirip rasa mayonnaise untuk saya. Kurang kuat citarasa bawang putihnya.

Sejauh ini, yang paling saya favoritkan ya si saus keju. So yum! Dan ada sedikit rasa pedasnya juga.

Kalian bisa beli Hi Fries di Istana Plaza, Bandung di area food court. Harganya 25k. 

Monggo dicoba hehe

Kuliner kedua yang jadi favorit adalah lomie yang saya gandrungi sejak jaman kuliah.

โ€‹

Lomie baso Mambo.

Huh? Apa itu mambo? 

Mambo itu singkatan dari Imam Bonjol, Dipati Ukur. Nama jalan di mana kita bisa mencicipi lomie plus banyak varian makanan lainnya.

โ€‹
Lokasinya dekat dengan kampus UNPAD Dipati Ukur.

Mirip pujasera, ada banyak kios makanan dalam satu area. Mulai dari makanan pokok sampai jajanan atau makanan ringan plus ragam minuman dingin sampai es campur.

Harganya murah meriah Dan rasanya enak.

Lomie baso favorit ini juga terkenal di Bandung. Kuah kentalnya gurih Dan manis. 

Lomienya terdiri dari mie, kangkung, taoge, sedikit seafood, suwiran ayam, bakso, plus taburan bawang goreng Dan si kuah kental tadi yang bikin yummy!

Setelah sekian lama ga makan lomie, ternyata rasanya masih sama. โค

Untuk mie nya sendiri sih menurut saya tidak terlalu istimewa. Tidak chewy tapi terselamatkan berkat kuah lomie โค

โ€‹

Tempatnya memang agak sempit dan pengap, jadi agak susah mencari tempat duduk terutama di hari libur seperti saat ini.

But overall, I’m still huge fans of this lomie โค

Oh harganya, saya ga tahu pasti karena tadi saya pesan satu porsi lomie plus satu bungkus kerupuk kulit, totalnya 28k.

Gimana? Mau nyoba?

Kalau lagi main di Bandung, monggo icip-icip juga ya ^^

Ah, mumpung masih momen Idul Fitri, saya juga memohon maaf setulus-tulusnya jika ada tulisan saya yang bikin reader kesel atau tidak puas karena minumnya informasi yang dibagi ^^v

Mohon dimaafkan ya ^^

Jangan kapok juga untuk tetap berkunjung ke blog saya ini ^^

That’s it.

-elle-

Dusun Bambu

Yup, hari Jumat kemarin, saya jalan-jalan ke Dusun Bambu yang terletak di Jalan Kolonel Masturi, Situ Lembang Cisarua, Jabar.

Bareng keluarga tentunya. Setelah perjalanan yang lumayan panjang via Subang plus macet sedikit Dan hujan, akhirnya sampai juga di Dusun Bambu.

Sudah ada ratusan Mobil yang mengantri di area drop off penumpang Dan kemudian berputar-putar mencari area parkir kosong.

Harga tiket masuk per orang, Rp. 15.000,- Dan petugasnya lumayan disiplin juga mengenai hal ini. Tiket masuk dihitung sesuai jumlah orang yang datang per rombongan.

Sayang, saat saya datang, Dan hari itu juga bertepatan dengan hari libur nasional, di mana pengunjung membludak, loket tiket hanya membuka satu pelayanan saja. Sementara jumlah loket yang tersedia ada tiga buah. Sayang sekali tidak dioptimalkan.

Anyway!

Akhirnya setelah antri tiket, kami pun masuk dan digiring untuk kembali antri karena ternyata kami harus menaiki angkot-angkot berwarna kuning cerah menuju area wisata yang berada di atas.

Perjalanannya tidak lama, Dan kami disambut area luas untuk memanjakan perut.

Ada banyak ragam kios jajanan. Mulai dari makanan/minuman tradisional hingga makanan ringan atau jajanan pasar dan kafe untuk penggemar kopi.

Saking banyaknya, saya malah clueless mau makan apaan lol

Harga makanan Dan minuman sih relatif tapi mengenai rasa, saya belum menemukan hal yang istimewa. So-so aja kalo kata saya.

Yang bikin agak repot adalah, kita diharuskan menukarkan  uang terlebih dahulu dengan semacam voucher yang berbentuk uang mainan dengan ragam nominal. 10 hingga 50 ribu kalo tidak salah, atau mungkin ada nominal yang lebih besar lagi. Saya tidak tahu. ^^;;;

Sistem itu yang bikin agak repot Dan ada banyak pengunjung yang juga tidak mengetahui hal ini.

Saat pengunjung ingin langsung membeli sesuatu, mereka tertahan karena harus menukarkan uang dulu dalam bentuk voucher di counter khusus yang hanya ada satu di area makan tersebut.

Bagian bawah dari area makan memang ramai tapi setelah beranjak ke area atas, bisa terasa lebih nyaman Dan cozy.

image

Area lantai atas lebih sepi Dan lebih sedikit stand/kios jajanan. Area ini lebih menyerupai kafe.

image

My favorite ceiling decoration โค

Dari area atas, kita bisa melihat-lihat sekitar, terutama area hijau di seberang.

image

Satu tips lagi. Yang tidak tahan dengan udara dingin, jangan lupa bawa jaket, karena angin lumayan kencang apalagi jika ditambah hujan seperti kemarin.

image

Wuihhh dinginnnnnn

Selain area makan, ada juga area persawahan kecil,sungai, danau, dan taman, walaupun tidak ada terlalu banyak bunga.

image

image

Ada pula playground untuk anak-anak, berupa labirin nan manis, juga wahana kereta  api. Lumayan hehe. Walopun jarak tempuhnya singkat.

image

Well, saya engga tahu mengenai area lainnya selain yang saya lihat kemarin.

image

Daya tarik lainnya adalah dining room yang dirancang menyerupai sarang burung.

image

Eksklusif.

Kita harus reservasi atau menyewa ‘sarang burung’ ini terlebih dahulu jika ingin makan di dining room unik ini.

Saya tidak makan di sana hanya saja dari informasi yang saya dapat, katanya harga sewanya seratus ribu rupiah. Entah sudah ada perubahan atau belum.

image

Again, kekurangannya hanyalah, ‘sarang burung’ ini terletak di sisi Kiri Dan kanan dari walking area yang berbentuk jembatan.

Jadi, saat kita asik makan, jangan heran kalau ada banyak pengunjung yang berlalu lalang atau menoleh sebentar ke dining room yang kita tempati untuk melihat ada apa di dalam situ lol

Untuk yang cuek, mungkin bisa asik aja tapi yang susah cuek mungkin bisa agak risih dengan situasi seperti itu.

Overall, Dusun Bambu itu menarik sekalipun tidak terlalu istimewa di mata saya.

Yang penasaran,monggo main ke sana tapi harus bersabar dengan banyaknya pengunjung terutama di hari libur.

Sabar sama kemacetan, sabar cari tempat parkir, sabar antri naik angkot saat pulang maupun pergi. ^^

Oh Dan toilet tidak susah dicari.

Tertarik mengunjungi bamboo village ini? ๐Ÿ™‚

PS. Karena kemarin jalan lewat Subang, jadi berhenti dulu Dan menyempatkan diri motret ikon kota Subang ini.

Patung  Nanas ๐Ÿ™‚

image

Good night all~

-elle-